Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Masih Soal Logo Halal dan Apel Keroak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Maret 2022 13:19 1:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Maret 2022 13:19
Bagikan
Label Halal Indonesia yang baru diluncurkan BPJPH Kemenag.
Bagikan

Ada yang membacanya halal, ada yang membacanya haram dan ada yang membacanya ‘halaka’ yang berarti rusak. Saya membacanya tetap halal. Namanya juga logo halal.

Oleh: Muh Kurdi Arifin

Hidayatullah.com | SOAL Logo halal baru keluaran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) sempat menjadi kontroversi. Logo merupakan sebuah representasi visual yang akan membuat sebuah produk menjadi lebih unik dan menarik, cerminan identitas produk agar lebih dikenal banyak orang.

Terkadang logo itu jauh lebih penting dari sebuah produk itu sendiri. Terbukti pernah saya temukan sebuah kursi berlogo “Apel Keroak”, padahal hanya berbahan plastik. Kenapa apel harus keroak (bekas digigit)?

Apel Keroak memang sangat ikonik di dunia teknologi. Gambar ‘apel keroak’ alias apel bekas tergigit dikatakan sebagai simbol sumber pengetahuan, yang merujuk pada kisah Isaac Newton yang menemukan teori gravitasi ketika melihat apel jatuh.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Selain itu, logo ini mengandung sebuah filosofi yang mengarah pada cerita Adam dan Hawa yang menggigit buah khuldi. Ah masa ia?

Buah khuldi itu serupa dengan apel? Sepertinya buah khuldi lebih serupa gunung. Buktinya logo halal yang baru terbitan BPJPH Kemenag berbentuk gunungan.

Ah… itu kan hanya hal yang mengada-ngada. Karena penggambar logo Apple Rob Janoff dari CreativeBits pada 2009 yang menyebutkan Janoff berkata bahwa Steve Jobs memintanya untuk menggambar outline sederhana dari Apple.

Alasan mengapa tergigit yaitu untuk membedakan antara buah apel dan buah ceri.  Gigitan itu pun dibuat sesuai skala agar logo tersebut, tetap terlihat apel, bukan buah yang lain. Jadi alasan utamanya adalah sebagai pembeda; jelas, tidak serupa.

Karena yang remang-remang kerapkali rentan memancing kegaduhan. Ada beribu kegaduhan yang tidak kunjung reda, akibat ketidak jelasan kebijakan. Bahkan kini muncul lagi kegaduhan mengiringi perpindahan wewenang lebel halal dari MUI ke Kemenag. Logo yang berganti bentuk dan warna, sarat filosofi budaya. Melahirkan kontraversi berbagai kalangan. Desainnya dianggap tak biasa. Tak jelas terbaca dan identik dengan satu suku: terkesan jawa sentris, katanya.

Ada yang membacanya halal, ada yang membacanya haram dan ada yang membacanya ‘halaka’ yang berarti rusak. Saya membacanya tetap halal. Namanya juga logo halal.

Tapi memang kita perlu kembali ke petunjuk Baginda Nabi, “Halal itu jelas dan haram itu jelas, dan perkara di antara keduanya adalah syubhat”. So hemat saya, jangan sampai logo itu nanti dipahami sebagai logo ‘syubhat’, Ini dibaca halal, atau dibaca haram?

Lucunya ada yang membolak-balikkan berkali-kali malah membacanya “halah” (dengan logat Jawa). Saya jadi teringat pada cerita dari senior, saat sowan kepada Grand Syaikh Al-Azhar, Syaikh Ahmad Toyyib.

Seorang Mahasiswi baru bertanya: “Mengapa makanan di Mesir tidak ada logo halalnya, layaknya di Indonesia?”

Beliau hanya senyum seraya menjawab singkat: “Makanan yang kalian temui di Mesir InsyaAllah halal meski tidak ada logo halalnya.”.

Ah… tapi itu kan di Mesir yang mungkin hampir seratus persen produsennya seorang yang paham pada aturan syariah. Sementara di Indonesia?

Logo halal adalah berfungsi memberi perlindungan dan kepastian hukum akan hak-hak konsumen terhadap produk yang tidak halal. Menjamin bahwa produk telah dikaji secara menyeluruh, tidak adanya kontaminasi bahan non halal dan najis sehingga sesuai dengan hukum syariah Islam.

Dus, suara yang mengatakan logo itu terlalu Jawa sentris. Saya kira, itu tidak perlu terlalu diperselisihkan. Karena kata halal; -sekalipun ditulis latin, tetaplah serapan dari Bahasa Arab. Memang apa arti etimologi ‘halal’ dalam Bahasa Indonesia? Tidak sebatas bermakna kawin kan? Seperti sebuah ungkapan dari seorang janda. “Akang! Halalin aku dong.” Kenapa janda? Karena ungu kata Sujiwo Tejo adalah warna janda. Kayaknya tetap lebih angun warna hijau. Seperti warna sayuran. Tapi apapun bentuk lebelnya. Makanan halal adalah pilihan tepat. Agar kita sehat badan, sehat sepiritual.*

Mahasiswa Al Azhar Kairo Mesir Fakultas Usuluddin

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:label halallogo halalLogo Halal Baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dituduh Mencuci Uang, Helikopter dan Hotel Disita dari Eks Menteri Zambia
Tulisan selanjutnya dukun rara Ritual Dukun Rara di Mandalika: Mengaku Pegang ‘Remote Langit’ Sampai Dibantu Leluhur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?