Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Pergantian Tahun dan Manajemen Waktu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Desember 2021 22:19 10:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Januari 2022 05:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Qosim Nurseha Dzulhadi

“Waktumu adalah umurmu. Dan umurmu adalah modal usahamu.” (Imām Abū Hāmid al-Ghazālī)

Hidayatullah.com | SETELAH iman kepada Allah dan mendapat teman yang saleh maka nikmat besar yang diberikan oleh Allah adalah usia. Nikmat umur. Tentunya umur yang berkah.

Tak sekadar panjang umur. Nabi Muhammad pernah ditanya oleh para sahabat: “Wahai Rasul Allah, siapakah manusia terbaik itu?” Beliau menjawab:  “Orang panjang umurnya dan baik amalnya.” beliau kemudian ditanya lagi: ‘Lantas, siapakah manusia paling buruk?’. Beliau menjawab: “Yang panjang umurnya tapi jelek amalnya.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzī dan al-Hākim).

Dan seyogyanya setiap Muslim senantiasa tafakkur: memikirkan dengan baik mengenai umurnya. Hidupnya harus terus diawasi dan dievaluasi agar tidak sekadar hidup di muka bumi. Karena umur ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Terkait ini, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Tidak akan bergeser kedua telapak kaki anak Adam pada hari Kiamat sampai ditanya empat perkara: mengenai umurnya untuk apa dia gunakan; mengenai masa mudanya untuk dia habiskan; mengenai hartanya dari mana dia peroleh dan ke mana dia salurkan; dan mengenai ilmunya apa yang dia amalkan dengannya.” (HR: al-Bazzār dan at-Thabrānī).

Sabda Nabi di atas menegaskan, diantaranya, mengenai umur. Tentang usia. Karena pentingnya usia itulah maka diulang dengan menyebutkan ‘masa muda’.

Karena kebanyakan masa muda itu melenakan dan melalaikan. Kecuali bagi orang-orang yang memahami urgensi masa mudanya.

Rahasia Pertukaran Malam-Siang

Siang dan malam merupakan tanda kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Malam hari dijadikan oleh Allah sebagai “libās” (penutup dengan hitamnya/gelapnya; waktu istirahat) dan malam sebagai “ma‘āsy” (mencari penghidupan, mencari nafkah) (Qs. an-Naba’: 10-11). Karena Allah tahu mencari nafkah di siang hari itu melelahkan, maka Allah jadikan tidur sebagai “subāt” (rehat, istirahat) (Qs. an-Naba’: 9).

Kecuali itu, siang dan malam Allah jadikan sebagai kesempatan mencari karunia Allah (litabtaghū fadhlan min Rabbikum) dan agar mengetahui bilangan dan hitungan tahun (lita‘lamū ‘adadas-sinīna wa’l-hisāb); untuk mengetahui waktu-waktu (Qs. al-Isrā’: 12).

Muhasabah Manajemen Waktu

Menilik kembali Firman Allah dalam Qs. 17:12 menjadikan kita semakin faham urgensi mengenai waktu. Karena waktu itu terus berjalan, bekerja, dan bergulir. Tanpa henti. Karena sifat waktu itu: (1) cepat berlalu; (2) jika berlalu tidak akan kembali dan tak mungkin diganti; dan (3) harta manusia yang mahal dan berharga. (Syekh Yūsuf al-Qaradhāwī, al-Waqt fī Hayāt al-Muslim (Kairo: Maktabah Wahbah, 1417 H/1996 M), 13-14).

Termasuk pergantian tahun yang terjadi harus dicermati. Padahal, lebih dari itu, setiap helaan nafas setiap Mukmin harus dievaluasi. Apalagi setiap jam, hari, minggu, dan bulan. Padahal Allah telah pergilirkan malam dan siang agar dimanfaatkan sebagai waktu untuk zikir (mengingat Allah) dan bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya. (QS:al-Furqān: 62).

Selain itu, pertukaran waktu yang berjalan menyadarkan kita tentang adanya perubahan dalam diri kita. Itulah yang diingatkan oleh Allah dalam Al-Qur’an:

اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ ضُعۡفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ ضُعۡفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ قُوَّةٍ ضُعۡفًا وَّشَيۡبَةً  ‌ؕ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ ‌ۚ وَهُوَ الۡعَلِيۡمُ الۡقَدِيۡرُ

“Dialah Allah yang telah menjadikan kalian dari kelemahan. Kemudian setelah kelemahan itu Allah jadikan kalian kuat. Dan setelah masa kuat Allah datangkan kepada kalian kelemahan dan uban.” (QS: ar-Rūm: 54).

Artinya, masa kuat yang mungkin sekarang kita nikmati ini diapit oleh dua kelemahan: kelemahan masa kanak-kanak dan kelemahan masa tua. Inilah fakta kehidupan setiap manusia.

Maka, pergantian waktu dan pergeseran masa sejatinya mengharuskan kita mengelola waktu kita dengan baik. Sehingga umur yang semakin hari semakin berkurang ini menjadi lebih produktif dan sarat makna. Wallāhu a‘lam bis-shawāb.[]

Pengajar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (Medan) dan kolomnis

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:managemen waktupergantian tahunumurusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bangladesh Batalkan Pantai Khusus Wanita setelah Menerima Banyak Tekanan
Tulisan selanjutnya Pesantren Habib Bahar bin Smith Diteror 3 Kepala Anjing Berlumurah Darah dan 3 Balok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?