Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Maroko Memenangkan Hadiah yang Lebih Besar Daripada Trofi Piala Dunia

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 18 Desember 2022 01:56 1:56 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 Desember 2022 07:00
Bagikan
Maroko Piala Dunia
Pemain Maroko mengibarkan bendera Palestina di Piala Dunia 2022 Qatar
Bagikan

Hidayatullah.com — Usai sudah perjalanan Maroko di Piala Dunia 2022 Qatar. Di laga perebutan juara ketiga, negara Muslim itu dikalahkan Kroasia dengan skor 1-2. Meski begitu, timnas Maroko telah memenangkan hadiah yang lebih besar daripada tropi Piala Dunia, yaitu hati umat Islam dunia.

Piala Dunia 2022 telah menjadi peristiwa pertama yang bersejarah. Dimulai sebagai turnamen sepak bola pertama yang digelar di negara Arab dan dibuka dengan bacaan Al-Quran. Turnamen ini menjadi kompetisi pertama yang menampilkan tim Arab dan Afrika di semifinal, Maroko.

Menentang peluang untuk mencapai empat besar turnamen tahun ini, Maroko berhasil tampil di perempat final usai kemenangan menakjubkan 1-0 atas Portugal, menyingkirkan mega bintang Cristiano Ronaldo dari turnamen.

Maroko, tidak diragukan lagi, menjadi tim Arab dengan performa terbaik di Piala Dunia 2022. Singa Atlas telah memulai perayaan di seluruh Afrika Utara dan sekitarnya dengan kemenangan beruntunnya.

Namun, saat-saat kemenangan yang memekakkan telinga hanya terdengar lebih keras ketika anggota timnas Maroko membentangkan bendera hijau, putih, hitam dan merah Palestina, dengan segala kemegahannya.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Didukung oleh tabuhan genderang dan tepuk tangan, para pendukung Maroko di Stadion Al-Thumama Doha juga mengibarkan spanduk “Bebaskan Palestina” dan menyanyikan yel-yel favorit untuk menunjukkan solidaritas: “Kami mengorbankan jiwa dan darah kami untuk Palestina.”

Rekaman video striker Maroko Abdul Razzaq Hamdallah yang membawa bendera Palestina dan memajangnya di depan para penggemar menjadi viral di seluruh platform media sosial seperti api, mengumpulkan ratusan ribu penayangan.

Pernyataan solidaritas yang kuat telah terbukti berhasil meningkatkan kesadaran akan pendudukan ilegal Israel atas Palestina karena para penggemar non-Arab juga mulai meneriakkan “Bebaskan Palestina” dalam bahasa Arab selama wawancara TV.

Salah satunya ialah momen seorang penggemar sepak bola Inggris, Harry Hatton, 23, meneriakkan “Bebaskan Palestina” selama siaran langsung TV Israel dari Piala Dunia, mengejutkan jurnalis yang mewawancarainya setelah kemenangan 3-0 Inggris atas Senegal.

Selama siaran langsung, reporter bertanya kepada para penggemar apakah sepak bola memang “pulang” mengacu pada lagu kebangsaan sepak bola yang terkenal. “Tentu saja,” jawab mereka sebelum Harry berteriak: “Tapi yang lebih penting, bebaskan Palestina.”

Penggemar Inggris lainnya, Martin Near, muncul di sebuah wawancara TV dengan gambar salib St George di wajahnya dan bendera Palestina di tangannya dan berteriak, “Satu: Sepak bola, ini pulang. Dan nomor dua: Filisteen hora! (Bebaskan Palestina!)”

Ditampilkannya solidaritas untuk rakyat Palestina yang begitu berani tidak akan terjadi dalam skala luas jika dicontohkan oleh timnas Maroko di lapangan.

Menyusul kemenangan Maroko vs Portugal, gelandang Abdelhamid Sabiri memposting foto dirinya dengan bendera Palestina diikatkan di bahu disertai dengan satu caption: “Merdeka”.

Dia kemudian, dengan masih memakai bendera Palestina, memberikan wawancara kepada penyiar di pertandingan.

Di pagelaran Piala Dunia pertama di kawasan itu, acara olahraga yang paling banyak ditonton di seluruh dunia, pemandangan semua bendera, pita lengan, dan spanduk memang datang pada waktu yang tepat karena Israel sedang berusaha untuk mengkriminalisasi bendera Palestina.

Para aktivis Palestina dilaporkan menjadi sasaran ketika mengibarkan bendera Palestina di Yerusalem. Mereka juga menyaksikan peningkatan upaya Israel untuk menyita bendera Palestina dan menghukum mereka yang berusaha mengibarkannya.

Baru minggu lalu pasukan pendudukan Israel mencopot bendera Palestina dari atas gedung sekolah dekat Nablus di Tepi Barat yang diduduki dan menggantinya dengan bendera Israel.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kelompok kampanye terkenal pro-Israel Pengacara Inggris untuk Israel (UKLFI) memprotes pengibaran bendera Palestina oleh tim sepak bola Maroko di Piala Dunia Qatar 2022.

Menurut Jewish Chronicle, UKLFI mengklaim Maroko telah melanggar Pasal 11.2 Kode Disiplin FIFA yang menyatakan bahwa siapa pun yang menggunakan “acara olahraga untuk demonstrasi yang bersifat non-olahraga” dapat dikenakan tindakan disipliner. Maroko juga dituduh melanggar beberapa kode disiplin lainnya.

Langkah ini hanyalah tindakan ekstrim lain yang mencerminkan paranoia Israel yang meningkat dan sejauh mana Israel akan menekan dukungan untuk keberadaan nasional Palestina, karena bendera itu sendiri, termasuk penampakannya, mengancam keberadaan negara pemukim kolonial Israel.

Penampilan solidaritas Palestina yang berkesan dari para pemain Maroko juga merupakan simbol, karena bulan ini juga menandai peringatan kedua normalisasi hubungan antara Israel dan Maroko sebagai bagian dari Perjanjia Abraham. Maroko menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungan dengan negara pendudukan Israel setelah UEA, Bahrain, dan Sudan.

Namun, banyak badan dan pihak Maroko dengan tegas menolak normalisasi hubungan dengan Israel dan mengadakan banyak protes menentang langkah tersebut.

Mantan anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Dr Hanan Ashrawi, turun ke Twitter untuk menyoroti dukungan Palestina untuk tim Maroko dan merayakan balasannya, menulis bahwa “Tidak ada ‘normalisasi’ rezim dengan Israel yang dapat memutuskan ikatan antara rakyat kita.”

Oleh karena itu, meskipun Palestina tidak lolos ke turnamen dan Maroko kalah 2-0 dari Prancis di semifinal Piala Dunia, penampilan mereka telah menjadi kesempatan yang mewarnai stadion dengan lautan merah, hijau, putih dan hitam, memunculkan momen-momen solidaritas global yang kuat dengan perjuangan Palestina.

Pada akhirnya, di Piala Dunia 2022, Israel dan para pemimpin Arab yang menormalisasi hubungan mereka dengan mengorbankan hak asasi manusia dan nasional Palestina, telah menerima pesan yang keras dan jelas: Negara pendudukan tidak akan pernah berhasil memberantas Palestina dengan kejahatan apartheid.*Anjuman Rahman


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jadwal marokomarokoPiala Dunia 2022Piala Dunia 2022 QatarPiala Dunia QatarQatarsolidaritas palestinatuan rumah piala dunia 2022
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya dai rusia Jalin Kerjasama, Arab Saudi akan Latih Dai untuk Rusia
Tulisan selanjutnya Kapal Perang USS Fallujah Kapal Perang Ini Dinamai Fallujah, Tempat AS Bantai Ribuan Warga Sipil Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG

Berita
24 September 2026 09:52
Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’

Terbaru

  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
  • Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
  • LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
  • LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional
  • Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
  • MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG
  • Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
  • Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?