Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Di Balik Perang Melawan Lebanon, ‘Israel’ Diduga Punya Niat Licik untuk Percepat Genosida Gaza

Ancaman perang besar antara 'Israel' dan Hizbullah sesungguhnya akan memiliki implikasi yang jauh melampaui wilayah Lebanon. Salah satunya, akan mengalihkan perhatian dunia dari Gaza.

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 September 2024 16:25 4:25 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 September 2024 16:00
Bagikan
serangan Israel ke Lebanon untuk percepat genosida Gaza
Bagikan

Oleh: Mohammed Mourtaja*

Daftar isi
  • Tujuan Tersembunyi
  • Dunia Berhenti Berbicara
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Pekan ini Lebanon diguncang oleh rangkaian ledakan mematikan pada perangkat komunikasi anggota Hizbullah. Ledakan tersebut menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak dan beberapa petugas kesehatan, serta melukai ribuan lainnya.

“Israel” tidak menyangkal bertanggung jawab atas serangan siber massal ini. Beberapa pejabat yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengisyaratkan bahwa “Israel” berada di baliknya.

Ini menandai eskalasi baru dalam apa yang disebut perang atrisi antara Hizbullah dan “Israel”. Meskipun serangan itu sangat massif dan belum pernah terjadi sebelumnya, namun sebenarnya tidak mengejutkan.

Sejak berminggu-minggu, para pejabat “Israel” telah mengisyaratkan perlunya intervensi militer untuk menghentikan roket Hizbullah. Tujuannya untuk mengamankan kembalinya lebih dari 60.000 warga “Israel” yang mengungsi dari rumah mereka di wilayah utara.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Sehari sebelum serangan, Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, mengatakan kepada pejabat Amerika bahwa “waktu hampir habis”. Eskalasi perang dengan Hizbullah harus segera diakhiri agar tidak berubah menjadi perang skala besar.

Namun provokasi “Israel” akan memaksa Hizbullah untuk merespons. Jadi, perang skala besar sangat mungkin segera terjadi.

Pada hari Kamis, “Israel” terus meningkatkan agresinya dalam pemboman besar di Lebanon selatan. Serangan udara besar-besaran di lingkungan pemukiman padat penduduk di Beirut pada hari Jumat menewaskan sedikitnya 14 orang, termasuk anak-anak, dan komandan senior Hizbullah, Ibrahim Aqil.

Tujuan Tersembunyi

Ancaman perang besar sesungguhnya akan memiliki implikasi yang jauh melampaui wilayah Lebanon. Salah satunya, akan mengalihkan perhatian dunia dari Gaza. Artinya, memungkinkan “Israel” untuk menuntaskan agenda jahat genosida terhadap warga Palestina.

Waktu terjadinya provokasi di Lebanon tampaknya telah diperhitungkan dengan cermat, karena pemerintah AS saat ini sedang dalam situasi terbatas untuk mempengaruhi “Israel” agar menghentikan perang.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, dan Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich, berulang kali memperingatkan Netanyahu atas kesepakatan gencatan senjata, dan menyerukan invasi ke Lebanon. Sebulan kemudian, Smotrich menyerukan pendudukan Lebanon selatan. Sementara AS sedang fokus pada pemilu, Netanyahu memenuhi seruan Smotrich dan Ben Gvir.

Dalam perang bentuk apapun melawan Lebanon, “Israel” akan menggunakan taktik seperti di Gaza. Yakni menargetkan infrastruktur sipil, mengebom wilayah pemukiman, dan membuat penduduk kelaparan.

Perang ini niscaya akan menarik perhatian internasional yang luas karena tingginya jumlah korban sipil. Dan dunia pun akan berfokus pada Lebanon. Ketika itulah “Israel” secara licik mungkin mengejar tujuan yang lebih gelap: Pembersihan etnis di Gaza sampai sebersih-bersihnya.

Beberapa bulan belakangan, perhatian global terhadap penderitaan di Gaza juga telah berkurang. Perang di Lebanon akan membuat dunia mengalihkan perhatian yang tersisa dari Gaza. Pengalihan ini akan menjadi kedok yang sempurna bagi “Israel” untuk melanjutkan aksi genosida.

Sudah terbukti sejak awal perang, dan melalui dokumen yang bocor, bahwa “Israel” ingin mengusir warga Palestina di Gaza selamanya. Baik dengan memaksa mereka pindah ke Mesir atau membunuhnya.

Menurut pejabat kesehatan Palestina, pembersihan etnis di Gaza sejauh ini telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina. Namun sebuah studi yang diterbitkan oleh The Lancet pada bulan Juli 2023 menyebut jumlah korban tewas sebenarnya dapat mencapai sedikitnya 186.000 jiwa.

Baru-baru ini, “Israel” menunjuk gubernur militer permanen untuk Gaza. Ini menandakan adanya pendudukan jangka panjang dan bahkan aneksasi. Jika perhatian dunia pindah fokus ke Lebanon, maka jalan “Israel” untuk mewujudkan ambisi genosida akan semakin mulus.

Dunia Berhenti Berbicara

Setelah hampir satu tahun perang, warga Palestina terus berjuang untuk bertahan hidup. Dan “Israel” terus mengancam dan melakukan pemusnahan total.

Pemboman terhadap sekolah-sekolah di Gaza terus berlangsung, pekerja bantuan terus dibantai, dan pengiriman bantuan diblokade. Bulan Juni lalu jumlah truk bantuan yang memasuki Gaza mencapai rekor terendah. Dan dunia telah berhenti berbicara.

Sebelum perang, Gaza membutuhkan sekitar 500 truk bantuan per hari. Pada bulan Agustus, rata-rata truk bantuan kemanusiaan yang datang setiap hari adalah 69 truk. Penurunan bantuan secara sistematis ini bukanlah suatu kebetulan. Ini adalah rencana untuk mengusir warga Palestina ke Mesir atau, jika gagal, membuat mereka kelaparan sampai mati.

Front baru di Lebanon akan membuat rencana “Israel” bisa sepenuhnya dilaksanakan di Gaza. Meskipun Lebanon harus disorot jika perang pecah, namun jangan sampai kita lengah membiarkan “Israel” leluasa melakukan genosida di Gaza.

Dunia Arab harus bersatu untuk menentang genosida di Gaza dan agresi “Israel” terhadap Lebanon. Masyarakat internasional harus turun tangan dan memberikan sanksi kepada “Israel” atas kejahatannya.

Kita tidak boleh melupakan Gaza, karena sejarah pasti tidak akan melupakannya.*

Mohammed Mourtaja adalah warga asli Gaza yang memperoleh beasiswa di jurusan Ekonomi dan Studi Timur Tengah di Washington and Lee University di Virginia, Amerika Serikat. Pernah bekerja di Jerusalem Fund di Washington DC. Tulisan ini dimuat di Middle East Eye.

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHeadlineLebanonpalestinaPerang Palestina-IsraelPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bila Kalah Tahun Ini Donald Trump Kemungkinan Tidak Maju Pilpres 2028
Tulisan selanjutnya Nama Pendeta Cabul Abbé Pierre Dihapus dari Ruang Publik di Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?