Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Merajut Ukhuwwah Ilmiah Melalui Universitas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 September 2017 10:39 10:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2017 10:37
Bagikan
Presiden Recep Tayip Erdogan saat membuka Vice Chancellors’ Forum on Universities
Bagikan

Oleh: Hamid Fahmy Zarkasyi

 

Pendidikan dan kualitas sumber daya manusia mempunyai kaitan yang erat dengan kemakmuran ekonomi suatu negara. Nalar ini dapat dibuktikan dari perbandingan kualitas perguruan tinggi di Negara-negara Barat dan di Negara-negara dunia ketiga.

Menurut Ranking Web of Universities dari Webometrics (Februari 2015), Universitas terbaik dunia ternyata berada di negara-negara Barat. Sebut misalnya Universitas Harvard, Institute Teknologi Massachusset, Universitas Cornell, Universitas Michigan, Universitas Stanford dan lain-lain adalah ranking universitas teratas di dunia.

Universitas di dunia Islam menduduki ranking jauh dibawah itu semua. Dalam sebuah survei ditemukan bahwa di dunia Islam hanya terdapat 5 universitas terbaik di dunia. Empat diantaranya berada di Turki dan 1 universitas berada di Saudi Arabia.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Sementara di Indonesia ranking yang terbaik yaitu Universitas Gajah Mada yang menempati ranking ke 414 dunia. Sedangkan universitas Indonesia (ranking 532), Institut Teknologi Banding (622) Institut Pertanian Bogor (ranking 813) dan seterusnya.

Akibat dari kondisi ini dunia Islam yang memiliki jumlah penduduk 16% dari penduduk dunia ini hanya mampu menghasilkan 6.9% karya Ilmiah, dan hanya dapat mengekspor 3.3% produk teknologinya. Maka wajar jika income per kapita Amerika US$ 51.749 dua puluh kali lipat income per kapita Indonesia yang hanya US$ 2.750, atau lima kali lipat Malaysia yang hanya US$ 10,432, atau sepuluh kali lipat Thailand US$ 5.480. Begitu jauh perbedaannya.

Forum Rektor

Kondisi ini mungkin yang mendorong Pemerintah Turki melalui Majelis Pendidikan Tinggi Turki untuk mengadakan acara Vice Chancellors’ Forum on Universities in the Islamic World. Acara yang diadakan pada tanggal 26-27 Juli 2017 di Ankara ini bertema Forming The Higher Education Area in the Islamic World.

Forum Rektor ini diikuti oleh 350 universitas dari 75 negara dan dibuka oleh Presiden Recep Tayyib Erdogan sendiri di istananya.

“Dunia Islam saat ini mengalami berbagai persoalan dan perpecahan. Universitas-universitas di negara-negara Islam mempunyai peran dan kapasitas untuk memberikan solusi bagi persoalan-persoalan tersebut,” ujar Erdogan dalam pembukaan.

Baca: INSISTS Ingin Dirikan Kampus Studi Islam

Direktur Majelis Pendidikan Tinggi Turki Prof.Dr. M.A. Yekta Saraç dalam pidatonya menyatakan bahwa Majelis yang dipimpinnnya mempunyai motto  “Stronger Turki”, yang bermakna ‘kita menjadi kuat karena harus tahu masalah dan tahu bagaimana menyelesaikannya’.

Demikian pula Negara-negara Islam harus mempunyai langkah yang kuat (stronger step) untuk meningkatkan peran sentral universitas agar lebih efektif lagi dalam menyiapkan generasi muda.

Prof. Yekta mengingatkan bahwa dalam sejarahnya sains Islam merupakan tulung punggung sejarah sains dunia. Pusat-pusat kajian sains dari Baghdad ke Basra, dari Qordoba ke Urfa; dari Isfahan dan Samarkand ke Mesir saling berhubungan dan bekerjasama sepanjang sejarah.

Setiap langkah perkembangan dalam dunia sains didukung oleh seluruh dunia Islam dan memberikan kemakmuran dunia Islam pula. Demikian pula ketika sains dunia Islam mundur, semua kawasan geografis dunia Islam pun ikut merasakan kemundurannya. Ini berarti bahwa sekarang waktunya kita memperkuat dunia Islam dengan sains dan akademisi yang kuat, khususnya untuk perkembangan ekonomi dan teknologi di dunia Islam bagi kesejahteraan umat di dunia Islam.

Baca: Rektor Universitas Imam Arab Saudi Resmikan Kampus LIPIA

Untuk meralisasikan ini, pertama-tama kita harus menghilangkan batas-batas antara perguruan tinggi satu negara dengan negara lain.  Artinya pendidikan tinggi di setiap Negara Islam harus saling menjalin jaringan kerja yang kuat dan bekerjasama dalam berbagai bentuk (networking).

Isu-isu penting

Tema yang dibahas dalam forum dua hari itu terdiri dari empat. Pertama adalahQuality Framework and Quality Assurance. Ini di Indonesia dikenal dengan standard akreditasi yang di universitas di kelola oleh Lembaga Penjamin Mutu. Di sini Kedua,adalah Credit Transfer and Mobility. Ini adalah kerjasama akademik dimana mahasiswa semester tertentu dari satu universitas di Negara-negara Islam dapat pindah ke universitas di Negara Islam lain tanpa kehilangan SKS nya.

Ketiga, adalah Quality Assurance Agencies and Recognition & Equavalency. Ini pengakuan terhadap akreditasi satu universitas di satu negara dengan akreditasi di negara lain. Keempat, adalah joint dual/double Degree Program. Joint programartinya satu mahasiswa semester tertentu di suatu Negara Islam dapat kuliah satu dua semester di luar negeri dan mendapatkan nilai dari kuliah tersebut. Double degree artinya mahasiswa suatu universitas dapat kuliah di universitas lain untuk beberapa semester dan mendapatkan dari universitas tersebut dan universitas asalnya. Program seperti ini sudah dipraktekkan oleh Negara-negara yang tergabung di uni Eropa yang disebut Erasmus.

Dari keempat tema bahasan tersebut beberapa isu muncul. Dalam masalah quality assurance ternyata pengalaman Indonesia dan Malaysia lebih maju ketimbang Negara-negara yang hadir.

Universitas-universitas di Turki telah banyak yang mengikuti Qualifikasi Perguruan Tinggi Eropa (Qualification of European Higher Education Area (QF-EHEA) dan diantaranya menjadi anggota yang disebut Bologna Process. Selain itu universitas-universitas terkemuka di Turki juga telah mengikuti European Qualification for Lifelong Learning (EQF-LLL), dimana kompetensi output didefinisikan dengan jelas. .* >>>> klik  (Bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:dunia IslamHamid Fahmy ZarkasyiNegara BaratPendidikanPerguruan Tinggiperguruan tinggi islamUkhuwwah Ilmiahuniversitasuniversitas Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Segera akan Berunding dengan Fatah
Tulisan selanjutnya Istri Ingin Tahu Gaji Suami, Salahkah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

Berita
3 Juli 2026 20:51
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan

Terbaru

  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
  • Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
  • UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
  • MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
  • Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
  • Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?