Hidayatullah.com–Dar Al Ifta Al Mishriya, lembaga fatwa Mesir, mengeluarkan fatwa yang bernomor 2059 mengenai larangan penggunaan sebagian masjid yang diwakafkan di luar kegiatan yang berhubungan dengan masjid, seperti shalat, i’tikaf, dzikir, ta’lim dan mashalahat umum bagi umat Islam tanpa mempersempit hak mereka yang melaksanakan shalat. Demikian juga tidak boleh bagian itu disewakan atau dijual.
Jawaban itu merespon penanya yang menanyakan mengenai hukum memanfaatkan sebagian masjid untuk ruang pertemuan. Dimana ia menanyakan menganai sebuah masjid yang sudah lama tidak digunakan, kemudan dibangun kembali dengan harta warga, hingga menjadi dua lantai. Selanjutya pengurus menjadikan lantai pertama sebagai ruang pertemuan yang tidak permanen. Jika ada yang memesan, maka ruangan itu digunakan untuk pertemuan dan akan berfungsi menjadi masjid lagi setelah itu.
Dari penjelasan di atas maka Dar Al Ifta menyimpulkan,”Tidak boleh menjadikan bagian dari masjid sebagai ruang pertemuan, baik sementara maupun permanen.”