Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

“Sabiqunnahar, Sekeping Nestapa Rohingya di Depan Mata”

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2017 06:36 6:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 Oktober 2017 05:00
Bagikan
Sabiqunnahar (30 tahun, kanan), bersama dua bayi kembarnya dan anak gadisnya (kiri) di kamp pengungsian Rohingya, Cox's Bazar, Bangladesh.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kebiadaban rezim Myanmar di Rakhine benar-benar menyentak nurani insan berakal. Bukan sekadar soal jumlah kaum Muslim yang mereka bantai, tetapi juga derita anak-anak yang tak berdosa. Kaum wanita, orangtua, dan anak-anak menjadi pihak yang paling menderita dari kekejaman tentaran Myanmar.

Itulah yang terekam dalam kisah perjalanan pengiriman bantuan ke Bangladesh yang dilakukan oleh Forum Zakat (FOZ) dan diwakili oleh Amin Sudarsono.

“Sabiqunnahar namanya. Perempuan sekira 30 tahun itu menggendong bayi dengan ukuran tubuh sangat kecil, beratnya tidak lebih dari dua kilogram. Kurus kering, kelopak mata cekung dan kulit keriput,” terang Amin Sudarsono yang mewakili beberapa lembaga zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Nasional belum lama ini.

“Remuk redam hati saya. Bayi Rohingya yang kurang gizi. Asupan tak ada, air susu ibunya tidak lagi keluar, susu formula apalagi, tak pernah disentuhnya. Tiba-tiba saya terbayang anak ketiga saya, dengan usia yang sama tapi kulitnya halus dan badan gemuk,” imbuhnya dalam laporan tertulis yang diterima hidayatullah.com.

Baca: Tragedi Rohingya Adalah Konflik Agama

Di samping Sabiqunnahar berdiri gadis kecil, tujuh tahun usianya, yang tak lain adalah anak pertamanya. “Dia (gadis kecil) menggendong bayi kecil juga. Ternyata itu bayi kembar. Namanya Alina dan Alisa. Balita perempuan. Lahir kembar dari rahim Sabiqunnahar,” tuturnya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Kondisi itu sebenarnya sudah membuat Amin shock. Tetapi, rasa pedulinya terus mendorongnya untuk mengetahui lebih jauh.

“Dimana suamimu?” tanyanya melalui penerjemah. “Hilang diculik tentara di Rakhine,” jawab Sabiqunnahar datar.

“Ya, tidak ada (lagi) tangis, tidak ada raut sedih. Hanya datar. Janda dengan tiga anak kecil itu berkata dengan datar. Terenyuh hati saya,” ucap Amin.

Sabiqunnahar datang bersama lelaki tua berjenggot putih, yang tak lain adalah ipar, alias kakak dari suaminya yang hilang tanpa jejak.

Bersama bayi-bayinya, ia berjalan tujuh hari dari Rakhine, menyeberang perbatasan, mengarungi Sungai Naf, sampai di Teknaf lalu dijemput truk tentara Bangladesh dan diantar ke Kamp Taingkhali, Cox’s Bazar, Bangladesh.

Waktu itu, saat mentari bersinar dengan teriknya, Nahar datang ke posko pengobatan Indonesia. Dokter Iqbal memeriksa, menempelkan stetoskop ke dada bayi Alina. Hanya tulang menonjol.

“Bayangkan, bayi mungil dengan tulang dan kulit tipis. Bekerjap-kerjap mata cekung, tangan menggapai selendang lusuh milik ibunya. Tak ada tangis juga. Hanya mulut kecil membuka,” jelas Amin.

Baca: 8 Solusi Atasi Tragedi Rohingya Menurut Pakar

Demikianlah sekelumit kesedihan, nestapa yang dialami oleh Muslim Rohingya di Bangladesh akibat persekusi yang dilakukan secara biadab oleh tentara Myanmar.

“Sebenarnya, banyak kisah harus dituliskan. Banyak cerita mesti dimunculkan, banyak berita perlu dikabarkan. Persoalan Rohingya ini tidak akan selesai dalam sepuluh tahun ke depan. Entah bila Allah menggariskan takdir yang lain bagi bangsa yang teraniaya ini,” terang Amin menambahkan.

FOZ dalam bantuan untuk Rohingya ini membawa amanah dari berbagai lembaga kemanusiaan di Indonesia, seperti Lazis PLN, Laz BSM Ummat, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Rumah Amal Salman, Lazis Jateng, Laz Al-Azhar, Laz Harfa Banten, YDSF, Yatim Mandiri, dan Portal Infaq.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayi RohingyaForum ZakatFoZgenosida Rohingyakamp pengungsi Rohingyakamp pengungsi Rohingya di BangladeshKekerasan Rohingyakrisis kemanusiaan RohingyaPengungsi RohingyaRohingyatragedi kemanusiaan Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akhirnya Suu Kyi Buka Mulut, PBB: Segera Hentikan Kekerasan
Tulisan selanjutnya Upaya Adakan Vaksin Halal, MUI Wajibkan Pemerintah dan Produsen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?