Hidayatullah.com– Badan regulasi obat dan makanan Amerika Serikat Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan akan mengubah peraturan saat ini supaya pria gay mudah mendonorkan darahnya.
FDA berharap perubahan peraturan ini akan membuat donasi darah semakin banyak.
“Proposal perihal asesmen risiko individu ini, tidak peduli apa gender dan orientasi seksualnya, akan memungkinkan kita untuk menggunakan sains terbaik” guna memastikan pasokan darah yang cukup dan aman, kata Komisioner FDA Robert Califf dalam sebuah pernyataan hari Jumat (27/1/2023) seperti dilansir BBC.
“Kami merasa yakin bahwa keamanan pasokan darah akan terjamin,” kata Dr Peter Marks, direktur Center for Biologics Evaluation and Research di FDA.
Peraturan yang ada saat ini mengharuskan pria gay tidak berhubungan seks dengan lelaki lain selama tiga bulan sebelum menyumbangkan darahnya.
Menurut rancangan peraturan baru, semua orang yang akan mendonorkan darahnya akan dimintai informasi perihal pasangan seksual baru atau pasangan-pasangan yang pernah berhubungan seks dengannya kurun tiga bulan terakhir dan apakah mereka melakukan hubungan lewat dubur. Apabila jawabannya ya untuk kedua pertanyaan itu, maka orang bersangkutan akan diminta untuk menunggu tiga bulan untuk mendonasikan darahnya.
Siapa saja yang positif HIV masih dilarang untuk mendonasikan darahnya.
Semua darah akan tetap melewati pemeriksaan bibit penyakit seperti HIV serta Hepatitis B dan C.
Berbagai negara melarang pria gay dan biseksual alias homoseksual untuk memberikan darah sejak tahun 1980-an guna meredam penyebaran HIV penyebab AIDS.
Pada tahun 2015, FDA mengubah larangan donor darah seumur hidup bagi homoseksual menjadi kebijakan puasa seks satu tahun.
Kebijakan terbaru kali ini masih belum akan berlaku dalam beberapa bulan mendatang, karena FDA masih akan menerima masukan publik selama 60 hari sebelum merampungkan rancangan peraturan itu.
Tahun 2022, Kanada mencabut kebijakan puasa seks tiga bulan untuk pria homoseksual yang ingin menyumbang darah. Inggris, Prancis, Yunani, Israel, Hungaria, Denmark and Brazil juga belum lama ini mencabut larangan donor darah bagi pria gay dan biseksual.*