Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Depkeh AS Selidiki Pedofilia di Gereja Katolik Pennsylvania

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2018 07:14 7:14 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Oktober 2018 07:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Departemen Kehakiman Amerika Serikat, hari Kamis (18/10/2018), mengatakan bahwa pihaknya sudah memulai investigasi terhadap kasus pedofilia yang dilakukan pendeta Katolik di Pennsylvania, enam keuskupan Gereja Katolik Roma.

Investigasi itu merupakan yang pertama dilakukan di tingkat negara bagian oleh aparat federal terhadap dugaan pelanggaran seksual dan penyembunyian kasus-kasusnya oleh Gereja Katolik di Amerika Serikat, menurut kelompok-kelompok yang mewakili para korban.

Keuskupan-keuskupan di Pennsylvania mengatakan mereka telah menerima surat panggilan dari aparat federal menyusul laporan grand jury perihal lebih dari 300 pendeta Katolik di Pennsylvania yang menodai anak-anak selama lebih dari 70 tahun. [Baca juga: Dituding Tutupi Kasus Pendeta Pedofil, Uskup Agung Washington DC Mundur]

Associated Press yang pertama melaporkan perihal investigasi oleh pihak Departemen Kehakiman AS itu hari Kamis, lapor Reuters. Depkeh dan Kantor Kejaksaan AS di Pennsylvania menolak untuk memberikan komentar.

Sebuah laporan setebal 884 halaman dimunculkan ke publik pada bulan Agustus oleh Kepala Kejaksaan Pennsylvania Josh Shapiro, setelah dilakukan investigasi selama 2 tahun. Laporan itu membeberkan bagaimana anak-anak dimanja (dengan tujuan seksual) dan dicabuli oleh para rohaniwan di lingkungan gereja. Kala itu Shapiro mengatakan laporan tersebut dibuat kebanyakan berdasarkan pada arsip-arsip dokumen yang disimpan secara rahasia oleh keuskupan-keuskupan di wilayah kerjanya, termasuk tulisan tangan berisi pengakuan oleh para pendeta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan tersebut mengutip 301 pendeta, yang sebagian di antaranya sekarang sudah wafat.

Tim Lennon, ketua dari Survivors Network of those Abused by Priests (SNAP), mengatakan investigasi ini tertunda lama. Empat grand jury tingkat negara bagian di Pennsylvania sejak 2003 mengidentifikasi ada sekitar 500 terduga predator seksual di kalangan rohaniwan yang masih aktif dan sudah pensiun, kata Lennon.

“Apa ada institusi lain yang di dalamnya terdapat 500 pelaku kriminal dan tidak diadili?” tanya Lennon, yang dirinya sendiri diperkosa oleh seorang pendeta Katolik saat masih anak-anak.

Lennon mengatakan SNAP sejak 2002 sudah meminta kepada pemerintah federal agar dilakukan investigasi nasional terhadap 15.000 rohaniwan Katolik aktif dan pensiunan yang dduga predator seksual.

“Ini untuk pertama kalinya. Selama ini penegak hukum di tingkat federal keterlaluan bungkamnya terhadap masalah pelanggaran [seksual] di lingkungan Katolik, dan sekarang saatnya bertindak,” kata Anne Barrett-Doyle, salah satu direktur BishopAccountability.org, pusat data berbasis di Amerika Serikat yang melacak kasus-kasus pelanggaran yang dilakukan oleh rohaniwan gereja di seluruh dunia.

Menurut Barrett-Doyle, satu penyelidikan tingkat federal yang pernah dilakukan oleh apart AS adalah di awal tahun 2000-an atas seorang uskup di Boston.

Bulan September, perkumpulan uskup Katolik AS mengatakan bahwa mereka akan membuka jalur telepon khusus untuk menerima laporan-laporan dari masyarakat terntang pelanggaran seksual yang dilakukan oleh para uskup dan tokoh-tokoh gereja lainnya, atau dugaan penyembunyian kasus semacam itu oleh orang-orang tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pompeo: Saudi Kami Beri Waktu Beberapa Hari untuk Selidiki Kasus Khasoggi
Tulisan selanjutnya Peduli Palu, Murid SMAN 3 Cimahi Kumpulkan Rp 30 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?