Hidayatullah.com– Sekelompok remaja putri tak berkerudung di Iran yang mengunggah ke Twitter aksi nge-dance dengan iringan lagu Selena Gomez diciduk aparat dan dipaksa membuat pernyataan bersalah.
Mengutip cuitan akun Twitter Shahrak Ekbatan bertanggal 9 Maret, situs berita Radio Farda melaporkan bahwa kelima remaja putri itu dipanggil oleh pihak berwenang dan diberi peringatan. Namun, mereka kemudian dipanggil kembali dan ditahan selama dua hari sebelum dipaksa membuat pengakuan bersalah.
Akun Twitter Shahrak Ekbatan dalam cuitan selanjutnya bertanggal 13 Maret menampilkan foto lain di mana kelima remaja itu kini tampil berkerudung dengan kepala tertunduk, lansir Alarabiya Selasa (14/3/2023).
Kabarnya, tidak lama setelah video yang direkam di kota Ekbatan di sebelah timur Teheran itu viral, kelima remaja tersebut dicari-cari oleh aparat keamanan.
Pencarian oleh pasukan keamanan Iran atas kelima anak itu dikonfirmasi oleh akun Twitter Shahrak Ekbatan yang memposting tentang peristiwa dan insiden di lingkungan tersebut. Akun itu juga memperingatkan kemungkinan akan adanya penangkapan.
Pihak berwenang dikabarkan memeriksa CCTV yang ada di sekitar halaman gedung di mana aksi joget dilakukan.
Tidak jelas apakah aksi “nekat” yang dilakukan kelima remaja itu merupakan bentuk protes. Diiringi lagu Calm Down yang dipopulerkan Selena Gomez bersama Rema, mereka menari tanpa mengenakan kerudung penutup kepala, yang merupakan kewajiban bagi perempuan di Iran. Mereka mengenakan celana panjang dan baju atasan pendek yang menampakkan bagian perutnya. Mencermati kemiripan kostum yang mereka pakai dan gerakan tari yang kompak, kemungkinan aksi kelima remaja putri sudah direncanakan dengan baik sebelumnya.
Video yang kini viral itu dipublikasikan bertepatan dengan peringatan International Women’s Day.
Menyusul kematian Mahsa Amini – gadis Kurdi berusia 22 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami koma akibat penyiksaan oleh aparat keamanan di Teheran, yang menangkapnya dengan tuduhan mengenakan kerudung tidak sesuai aturan – semakin banyak wanita dan anak perempuan di Iran yang berani terang-terangan melepas hijabnya di depan kamera. Bahkan di sekolah, para pelajar putri berpose beramai-ramai di ruang kelas tanpa hijab dengan mengacungkan jari tengah mereka ke arah foto presiden dan pemimpin spiritual tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei yang terpajang di dinding.*