Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Koalisi Masyarakat Palestina Bela Wayan Koster dan Ganjar Pranowo, Sebut Tindakan FIFA Munafik

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 April 2023 17:24 5:24 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 April 2023 17:13
Bagikan
Komite Nasional BDS Palestina memberi apresiasi Gubernur Bali Wahan Koster, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
Bagikan

Hidayatullah.com—Keputusan FIFA untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 adalah sebuah tindakan kemunafikan yang mencengangkan. Pernyataan ini disampaikan oleh Komite Nasional BDS Palestina.

“Kami salut kepada rakyat Indonesia yang telah membela hak-hak Palestina dan berdiri bersama mereka dalam kemarahan melawan arogansi kolonial FIFA,” ujar pernyataanya yang ditulis di laman resminya, bdsmovement-net, Sabtu (1/4/2023).

Komite Nasional BDS Palestina, adalah koalisi masyarakat sipil Palestina terbesar, mengutuk keputusan FIFA untuk mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20, yang disebut sebuah tindakan kemunafikan dan arogansi kolonial yang mencengangkan.

“Kami meminta asosiasi anggota FIFA, termasuk Liga Arab dan negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), untuk menarik tim mereka dari turnamen U-20 yang dipindahkan secara tidak adil dan menolak menjadi tuan rumah sebagai protes atas kemunafikan kolonial FIFA dan Islamofobia,” katanya.

Menurut Komite Nasional BDS Palestina, setelah bertahun-tahun melindungi penjajah Israel dari pertanggungjawaban atas kejahatannya terhadap warga Palestina dan menindas negara-negara agar menerima penyertaannya dalam turnamen, FIFA juga telah turun tangan mencoret Indonesia dari turnamen tersebut.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Menghukum rakyat Indonesia karena posisi yang tidak dapat disangkal menentang penyertaan rezim (penjajah, red) yang melakukan pelanggaran serius. kejahatan, sesuatu yang telah dilakukan FIFA sendiri dalam kasus lain,” tambahnya.

Sebelumnya, FIFA juga dianggap memberikan sanksi kepada Rusia hanya beberapa hari setelah agresi ilegal melawan Ukraina dan mempertahankan sanksi. “Sekarang, dengan kemunafikan di luar grafik, FIFA memberikan sanksi kepada Indonesia atas aksi protes menentang kejahatan perang ‘Israel’ yang telah berlangsung puluhan tahun dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menindas jutaan warga Palestina, termasuk para pemain sepak bola.”

Komite Nasional BDS Palestina juga mengatakan, penjajah Israel secara teratur menyerang pemain bola Palestina, membunuh, memutilasi, menyiksa dan memenjarakan mereka. Penjajah bahkan membatasi mereka bergerak, secara sistematis menghancurkan fasilitas pelatihan – termasuk pengeboman stadion sepak bola – bahkan mencegah impor peralatan sepak bola.

Menurut Komite ini, Asosiasi Sepak Bola Israel tidak hanya memasukkan dalam liga resminya beberapa tim yang berbasis di pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina yang dicuri, tetapi juga secara aktif mengadvokasi untuk mempertahankannya.

“Permukiman ini merupakan kejahatan perang menurut hukum internasional. Kebijakan rasis ini adalah bagian dari rezim penjajahan-kolonialisme dan apartheid Israel,” tambahnya lagi.

Komite Nasional BDS Palestina menilai, FIFA sedang di bawah kendali hegemoni Barat, karena ikut memberi sanksi kepada mereka yang menentang kejahatan (Israel), bukan memberi sanksi kepada mereka yang melakukan kejahatan (pihak Israel, red).

“Sebagai orang Palestina, kami mengharapkan pertanggungjawaban dari FIFA atas standar ganda memalukan yang korup, setelah bertahun-tahun melindungi Israel yang apartheid. Kami berbesar hati dengan meningkatnya jumlah atlet dan tim yang menolak apartheid Israel, seringkali dengan pengorbanan besar.”

Di sisi lain, Komite Nasional BDS Palestina memberi apresiasi Gubernur Bali Wahan Koster, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang dianggapnya tegas berdiri melawan aparteid. “Kami menyambut baik sikap Gubernur Bali, Wayan Koster dan Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang menentang masuknya apartheid Israel ke turnamen U-20. Dan kami salut kepada rakyat Indonesia yang telah membela hak-hak Palestina dan menyerukan dikeluarkannya apartheid Israel dari turnamen tersebut. Kami mendukung mereka dalam kemarahan melawan arogansi dan kemunafikan kolonial FIFA,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BDSFIFAGanjar PranowoHeadlineKoalisi Masyarakat Palestinastandar ganda FIFAWayan Koster
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laznas BMH Bagikan Paket Ifthar Penyintas Gempa Turkiye
Tulisan selanjutnya Dokter Penyakit Dalam Unair Menjelaskan Manfaat Puasa bagi Penderita Diabetes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?