Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Warga Paris Menolak Skuter Listrik Sewaan di Jalanan Kota

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 April 2023 10:18 10:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 April 2023 10:18
Bagikan
Skuter di seberang Katedral Notre-Dame, Paris.
Bagikan

Hidayatullah.com– Warga Paris memberikan suara 90% untuk menyingkirkan dari dan melarang skuter-skuter listrik sewaan dipakai di jalanan kota mereka.

Paris merupakan pioner ketika otoritas kota memperkenalkan skuter listrik (e-scooter, trottinettes) pada 2018 guna mempromosikan alat transportasi bebas polusi.

Namun, seiring dengan popularitasnya, terutama di kalangan anak muda, angka kecelakaan lalulintas juga naik. Pada 2022, tiga orang tewas dan 459 orang terluka dalam kecelakaan yang melibatkan skuter listrik di Paris.

Larangan tersebut memperoleh dukungan suara antara 85,77% dan 91,77% di 20 distrik Paris, menurut hasil yang ditampilkan di situs web Kota Paris tentang jajak pendapat yang disebut sebagai “konsultasi publik” – yang jarang dilakukan pemerintah kota. Dua puluh satu tempat pemungutan suara didirikan di seluruh kota dan dibuka hingga pukul 19:00 waktu setempat. Ada 1,6 juta orang warga yang berhak memberikan suaranya, meskipun diyakini tidak semua menggunakan hak pilihnya.

Hasil pemungutan suara itu tidak mengikat, tetapi pemerintah kota telah berjanji untuk mengikuti hasilnya.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Anne Hidalgo, wali kota Paris yang berasal dari partai sosialis, dulu ikut mempromosikan penggunaan sepeda dan penyewaan sepeda, tetapi dia mendukung larangan terhadap skuter listrik.

Pekan lalu dalam wawancara dengan Agence France-Presse (AFP), Hidalgo mengatakan penggunaan skuter merupakan sumber ketegangan dan kecemasan bagi warga Paris dan larangan itu akan mengurangi “gangguan” di tempat umum.

Di jalanan kota Paris hampir ada 15.000 skuter listrik, yang dikelola oleh sejumlah perusahaan termasuk Lime, Dott dan Tier. Penentangnya mengatakan para pengguna skuter listrik tidak menghormati peraturan di jalan dan kerap melanggar larangan berkendara di atas trotoar. Tidak hanya itu, skuter seringkali diparkir sembarangan dan bahkan dibuang ke Sungai Seine yang mengalir di kota Paris.

Pada Juni 2021, seorang wanita Italia berusia 31 tahun tewas setelah ditabrak oleh sebuah e-skuter yang ditumpangi dua orang saat berjalan kaki di sepanjang tepian Sungai Seine.

“Skuter telah menjadi musuh terbesar saya. Saya takut pada mereka,” kata Suzon Lambert, seorang guru berusia 50 tahun penduduk Paris, kepada AFP. “Paris telah menjadi semacam anarki. Tidak ada ruang lagi untuk pejalan kaki.”

“Berbahaya, dan orang-orang mempergunakannya dengan cara buruk. Saya muak,” kata seorang warga Paris lain kepada BFMTV.

Julian Sezgin, remaja berusia 15 tahun, mengatakan sering melihat sebuah skuter listrik dinaiki dua-tiga orang remaja sekaligus dan mereka berjalan berkelok-kelok di antara mobil-mobil di jalan raya. “Saya tidak menggunakan e-skuter dan lebih memilih sepeda listrik sebab, menurut saya, lebih aman dan efisien,” kata remaja itu kepada Guardian.

Bianca Sclavi, seorang wanita Italia yang sudah tinggal di Paris selama bertahun-tahun, mengatakan e-skuter melaju terlalu cepat dan seharusnya ada mekanisme untuk membatasi kecepatannya. “Mereka berbahaya karena menyelip sana-sini di antara kendaraan,” katanya. “Namun, tidak seburuk saat mereka pertama kali datang… yang paling berbahaya adalah turis mabuk!”

Bagi warga yang merasa terbantu dengan adanya e-skuter tentu menentang larangan tersebut.

“Saya tidak tinggal dekat dengan Métro (kereta listrik di kota Paris) jadi lebih baik pergi ke sekolah dengan e-skuter,” kata seorang pelajar kepada BFMTV.

Sementara itu, operator e-skuter khawatir larangan itu akan mendorong kota-kota lain untuk mengikutinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:e-skuterParisskuter listrik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuwait Larang Imam Baca Al-Quran Lewat Ponsel Saat Shalat Wajib dan Tarawih
Tulisan selanjutnya Petarung UFC Mualaf: Dalam Islam, Saya Menemukan Kedisiplinan dan Panduan Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?