Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menganut Sekularisme, Prancis Dikritik karena Memeriksa Murid Muslim yang Tidak Masuk Sekolah selama Idul Fitri

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Mei 2023 19:44 7:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Mei 2023 19:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Serikat pekerja dan kelompok anti-rasis mengkritik inisiatif Kementerian Dalam Negeri Prancis untuk memeriksa jumlah anak Muslim yang tidak bersekolah untuk merayakan Idul Fitri bulan lalu.

Di kota Toulouse, polisi meminta kepala sekolah masing-masing untuk melaporkan jumlah siswa yang tidak hadir pada 21 April, tanggal perayaan Idul Fitri, yang menimbulkan klaim bahwa pihak berwenang membuat daftar khusus, yang ditolak Backes.

Kelompok anti-rasis dan serikat guru di Prancis menuntut penyelidikan mengapa polisi meminta sekolah memberikan informasi tentang jumlah siswa yang tidak hadir pada hari raya Idul Fitri bagi anak-anak Muslim.

Pemimpin asosiasi dan serikat pekerja telah menyatakan keprihatinan atas inisiatif polisi. Banyak kritik ditujukan kepada Kementerian Dalam Negeri bahwa permintaan tersebut merupakan sebuah ‘sensus iman’.

Permintaan polisi dinilai “sangat mengejutkan karena mengasosiasikan praktik keagamaan Muslim dengan masalah keamanan”, kata kelompok hak asasi manusia SOS Racisme, menggarisbawahi bahwa permintaan ke sekolah berasal dari departemen keamanan publik (DDSP).

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Untuk hari raya keagamaan apa lagi yang diminta Kementerian Dalam Negeri untuk menilai tingkat ketidakhadiran”, kelompok itu bertanya dalam siaran persnya .

Serikat guru terbesar di Prancis, FSU, dalam pernyataannya kepada Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, mengecam keras operasi tersebut. “Upaya untuk membuat statistik oleh aparat keamanan berdasarkan keyakinan agama dan apakah mereka mempraktikkannya atau tidak, terutama di sekolah, bertentangan dengan semua prinsip dasar sekularisme dan hak asasi manusia,” katanya dikutip AFP.

Serikat lainnya, CGT Educ’ation menggambarkan tindakan pemerintah Prancis sebagai ‘ekstrim dan memicu stigma berbahaya. Kelompok anti-rasisme, SOS Racisme menggambarkannya hal ini sangat mengejutkan karena mengaitkan kepatuhan individu terhadap ajaran Islam dengan masalah keamanan.

Menanggapi kritik tersebut, Sekretaris Negara untuk Kewarganegaraan, Sonia Backès, mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu di mana dia mengakui Kementerian Dalam Negeri telah meminta informasi tentang ketidakhadiran, tetapi menolak keinginan untuk mengklasifikasikan siswa menurut agama mereka.

“Kementerian secara teratur mempelajari dampak hari raya keagamaan tertentu terhadap fungsi layanan publik, khususnya dalam sistem sekolah,” tulisnya , seraya menambahkan bahwa “tidak ada data nominatif yang diminta atau dicatat kapan pun.”

Menurut surat edaran tahun 2004, murid-murid diwajibkan untuk tetap hadir di sekolah tetapi diperbolehkan mengambil hari libur untuk memperingati dan mengambil bagian dalam hari raya keagamaan, asalkan permintaan dibuat sebelumnya.

Menurut Worldpopulationreview.com, tahun 2022, jumlah pemeluk agama Islam di Prancis, sebanyak 5,7 juta jiwa atau sekitar 8,8 persen dari total penduduk, terbanyak di Benua Biru.

Prancis mempraktikkan sekularisme yang ketat dengan mencoba memisahkan negara dan berbagai cabangnya dari agama dan badan keagamaan, sambil menjamin kebebasan untuk mempraktikkan agama apa pun. Namun, Prancis mewarisi praktik Katolik, menyebabkan festival besar Kristen seperti Natal atau Paskah dinyatakan sebagai hari libur umum dan sekolah ditutup.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anak-anak MuslimHeadlineIdul fitriMuslim PrancisPrancissekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Epidemiolog Unair: Penyumbang Terbesar Kasus HIV adalah Ibu Rumah Tangga
Tulisan selanjutnya Mendagri Prancis Sebut Bahaya Utama Negaranya adalah Terorisme Islam Sunni

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?