Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Malaysia Tahan Kapal China yang Menjarah Bangkai Kapal PD II Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Mei 2023 21:38 9:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Mei 2023 17:46
Bagikan
Peluru meriam tua yang diyakini berasal dari Perang Dunia II ditemukan di kapal induk
Bagikan

Hidayatullah.com– Malaysia menahan sebuah kapal yang terdaftar di China yang diduga menjarah dua bangkai kapal Inggris era Perang Dunia II.

Kapal besar itu ditahan pada hari Ahad (28/5/2023) setelah melempar jangkar secara ilegal di lokasi yang berada di perairan Laut China Selatan.

Amunisi yang diyakini berasal dari kapal perang HMS Prince of Wales dan HMS Repulse, yang ditenggelamkan oleh pasukan Jepang lebih dari 80 tahun lalu, ditemukan berada di atas kapal China tersebut.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Inggris mengecam aksi penjarahan yang disebutnya “menodai” pemakaman korban perang maritim.

Kapal Inggris itu, yang karam di dasar laut sekitar 100 kilometer jauhnya ke arah timur dari pesisir Malaysia, sejak puluhan tahun silam menjadi target pencurian.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Bangkai kapal tua itu menjadi sasaran pemulung karena baja bagian belakang bawahnya yang langka, yang dikenal sebagai “baja sebelum perang”. Rendahnya tingkat radiasi di baja kapal tersebut merupakan material berharga untuk digunakan dalam pembuatan peralatan medis dan peralatan ilmiah.

Kapal perang Royal Navy tersebut dahulu dikerahkan ke Singapura semasa Perang Dunia Kedua untuk mempertahankan Malaya. Kapal tenggelam setelah ditorpedo oleh Jepang pada 10 Desember 1941.

Serangan Jepang – yang terjadi hanya tiga hari setelah serangan tentara Nippon atas pelabuhan Amerika Serikat Pearl Harbour – menewaskan sekitar 842 pelaut dan diangggap sebagai salah satu bencana paling buruk dalam sejarah Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Nelayan dan pemyelam pertama kali melaporkan perihal kehadiran kapal asing itu kepada aparat Malaysia bulan lalu.

Kepolisian maritim setempat menahan kapal China itu pada hari Ahad. Kapal, yang terdaftar di Fuzhou, memiliki 32 awak, kata Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC.

Peluru-peluru meriam “diduga berasal dari era Perang Dunia Kedua” ditemukan selama penggeledahan di kapal tersebut. Pihak berwenang Malaysia juga sedang menyelidiki asal muasal amunisi tersebut.

MMEA menambahkan bahwa temuan itu terkait dengan artileri yang belum meledak, yang dikatakan berasal dari dua kapal yang tenggelam, yang disita polisi dari tempat pembuangan besi tua swasta di negara bagian Johor awal bulan ini.

Pada 2017, seorang penyelam lokal menunjukkan kepada Pangeran Charles – yang kala itu sedang melawat ke Malaysia – gambar-gambar yang mendokumentasikan kerusakan HMS Prince of Wales yang disebabkan oleh para pemulung besi tua.

Ketika itu Menteri Pertahanan Inggris menanggapinya dengan mengatakan Inggris akan bekerja sama dengan pemerintah Malaysia dan Indonesia guna menyelidiki klaim bahwa bangkai enam kapal perang Inggris telah dijarah di perairan mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bangkai kapalchinainggrisMalaysiaPerang Dunia II
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Marginalisasi Agama dalam Civil Society
Tulisan selanjutnya Ulama Muda Muhammadiyah Adi Hidayat Mendapat Anugerah Doktor Honoris Causa dari UMJ

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?