Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Asia Tenggara Jadi Jalur Produksi dan Penyelundupan Sabu-sabu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Juni 2023 17:28 5:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Juni 2023 17:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para pengedar narkoba menemukan cara baru untuk menyelundupkan crystal methamphetamine alias ice (sabu-sabu), lewat Asia Tenggara ke pelanggan yang mampu membayaran tinggi di luar wilayah tersebut, menurut laporan lembaga urusan narkoba Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pihak berwenang meyakini geng-geng kriminal menemukan cara untuk “mendiversifikasi” jaringan mereka dan memindahkan narkoba menggunakan jalur alternatif lewat laut.

Awal pekan ini, setelah melakukan operasi empat bulan membuntuti penyelundup narkoba, pihak berwenang Thailand menyita lebih dari 900kg sabu-sabu dari kapal pukat di Teluk Thailand, sekitar 32km (20 mil) dari pulau wisata Samed. Enam anggota awak ditangkap dalam operasi itu.

Petugas mengatakan obat-obatan terlarang itu akan dipindahkan dari kapal kecil Thailand ke kapal pukat yang lebih besar yang kemungkinan untuk membawa obat-obatan itu ke Australia.

Geng-geng kriminal menyelundupkan lebih banyak narkoba lewat laut untuk menghindari patroli darat di Thailand dan China, sehingga lebih sulit ditemukan.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Pada tahun 2022, kami melihat mereka bekerja di sekitar perbatasan Thailand lebih dari sebelumnya,” kata Jeremy Douglas, perwakilan regional UN Office on Drugs and Crime, seperti dikutip BBC Jumat(2/6/2023).

“Pedagang narkoba terus mengirimkan volume besar melalui Laos dan Thailand bagian utara, tetapi pada saat yang sama mereka lebih banyak memasoknya melalui Myanmar bagian tengah ke Laut Andaman, di mana tampaknya jarang terpantau aparat,” kata Douglas.

Negara bagian Shan di Myanmar diyakini sebagai pusat  perdagangan sabu-sabu terbesar di dunia. Para penyelundup mengapalkan narkoba itu melewati perbatasan Laos, Kamboja dan Thailand, daerah yang populer dengan sebutan Golden Triangle (Segitiga Emas).

Sabu-sabu dibuat dalam dua bentuk utama, yaitu pil yang dikenal sebagai yaba atau ice yang membuat penggunanya sangat ketagihan.

Sabu-sabu itu dijual di Jepang, Korea Selatan, Australia dan New Zealand, kata UN Office on Drugs and Crime.

Kurun beberapa tahun terakhir, polisi Thailand dan China, yang didukung oleh pasukan negara-negara tetangga, meningkatkan operasi anti-narkoba di Segitiga Emas.

Geng-geng kriminal menggunakan Thailand sebagai negara transit untuk dapat menjual sabu-sabu dengan harga lebih tinggi ke negara ketiga seperti Australia atau New Zealand di mana nilai jalanan obat tersebut bisa 10 kali lebih tinggi daripada di Bangkok.

Sabu-sabu yang dibuat di Myanmar juga dijual ke Bangladesh dan India, menurut laporan tersebut.

Tahun lalu, pihak berwenang Thailand dan China menyaksikan penurunan jumlah narkoba yang berhasil disitanya.

Polisi di seluruh kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara menyita hampir 151 ton metamfetamin pada tahun 2022, turun dibandingkan rekor 172 ton pada tahun 2021.

Namun, harga 1kg sabu-sabu berada pada titik terendah sepanjang masa, yang menunjukkan bahwa pasokannya masih tinggi.

Perdagangan besar sabu-sabu dan obat-obatan terlarang lainnya, yang sebagian besar mengalir dari laboratorium super di beberapa negara bagian Myanmar, juga tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, kata badan PBB tersebut memperingatkan.

Pihak berwenang di seluruh wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara juga menyita 27,4 ton ketamin pada tahun 2022, yang merupakan obat bius yang disalahgunakan sebagai obat pesta. Penyelundupannya naik 167% pada tahun 2021.

Laporan tersebut menyebutkan perihal satu laboratorium ketamin di Kamboja yang menurut mereka mampu berproduksi dalam “skala industri”.

Laporan itu juga menyatakan keprihatinan bahwa Kamboja telah menjadi “tempat transit utama dan pusat produksi untuk perdagangan narkoba regional”.

“Penemuan serangkaian laboratorium ketamin rahasia, gudang pemrosesan, dan fasilitas penyimpanan di seluruh negeri membunyikan lonceng peringatan di wilayah tersebut,” kata laporan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asia Tenggaracrystal methamphetamineicenarkobasabu-sabu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ujian Nasional dan Ancaman Siswa ‘Jadi-jadian’
Tulisan selanjutnya Populasi Serangga Berkurang Kelompok Lingkungan Gugat Pemerintah Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?