Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Populasi Serangga Berkurang Kelompok Lingkungan Gugat Pemerintah Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Juni 2023 18:00 6:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Juni 2023 18:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Koalisi organisasi lingkungan Prancis, hari Kamis (1/6/2023), menuduh pemerintah Prancis lalai dalam mengatur penggunaan pestisida setelah data menunjukkan populasi serangga fan burung banyak berkurang.

Kasus itu diberi nama “Justice for the Living” (Justice Pour le Vivant) oleh para penggugat, yaitu Pollinis, Notre Affaire à Tous, National Association for the Protection of Water and Rivers, Biodiversité Sous Nos Pieds, serta ASPAS.

Dalam gugatannya, lima organisasi lingkungan Prancis mengatakan bahwa negara gagal menerapkan “prosedur evaluasi risiko dan otorisasi untuk komersialisasi pestisida” yang telah digunakan secara “berlebihan” oleh sektor pertanian.

Mereka menyodorkan data yang menunjukkan bahwa populasi serangga telah turun 75 persen dan burung liar turun 30 persen di Prancis selama 30 tahun terakhir.

“Sebagai penyebab utama keruntuhan ini, pestisida yang dipakai disahkan setelah melewati prosedur evaluasi yang tidak lengkap yang tidak memungkinkan produk itu diminta bertanggung jawab atas penurunan serangga, burung dan keanekaragaman hayati lainnya, untuk diidentifikasi atau dilarang,” gugat kelompok lingkungan tersebut.

Baca Juga

Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia

Negara Prancis, yang diwakili oleh Kementerian Pertanian, mengatakan dalam deposisinya bahwa Uni Eropa yang bertanggung jawab mengatur soal penggunaan pestisida di lingkungan negara anggotanya.

Sikap pemerintah Prancis itu dibela oleh kelompok lobi Phyteis, yang mengatakan regulasi yang dibuat Uni Eropa termasuk yang paling ketat di dunia dan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi penurunan populasi serangga dan burung.

Penggunaan pestisida yang bertanggung jawab membantu mewujudkan keamanan pangan bagi negara dan rakyatnya, dalih kelompok itu.

Namun, Benoit Fontaine dari National Museum of Natural History (MNHN), salah satu penyusun laporan riset perihal penurunan keanekaragaman hayati, mengatakan “pestisida adalah molekul yang dibuat untuk membunuh.”

“Saya berharap hukum akan mengarah ke arah yang benar dan mengatakan bahwa kita harus bertanggung jawab dalam penggunaan pestisida.”

Keputusan perkara ini akan dijatuhkan oleh administrasi Paris pada 15 Juni.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LingkunganpestisidaPrancisUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Asia Tenggara Jadi Jalur Produksi dan Penyelundupan Sabu-sabu
Tulisan selanjutnya Greenpeace Sebut Ekspor Pasir Laut akan Menjadi Pelicin Oligarki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Berita
26 September 2026 09:29
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan

Terbaru

  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
  • Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
  • Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan

30 September 2026 12:55
Berita

Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

29 September 2026 20:51
Berita

Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

29 September 2026 19:17
Berita

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

28 September 2026 16:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?