Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Setelah 180 Tahun Arena Pacuan Kuda Singapura Ditutup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juni 2023 19:48 7:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juni 2023 18:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Setelah lebih dari 180 tahun mengukir sejarah, satu-satunya arena pacuan kuda di Singapura, Singapore Turf Club, akan dipakai untuk lomba pacuan kuda untuk terakhir kalinya tahun depan sebelum kemudian ditutup.

“Pacuan kuda memiliki sejarah panjang dan dikenal di Singapura,” kata Singapore Turf Club dalam sebuah pernyataan pada Senin malam (5/6/2023).

“Dengan berlanjutnya balapan hingga Grand Singapore Gold Cup ke-100 pada 5 Oktober 2024, Club akan terus memastikan sportivitas, keamanan, dan integritas setiap balapan,” imbuhnya.

Pemerintah negara mungil itu akan mengambil kembali lahan seluas 120 hektar, yang akan digunakan untuk perumahan publik dan swasta.

Pacuan kuda diperkenankan di Singapura pada tahun 1842, ketika saudagar Skotlandia William Henry Macleod Read dan beberapa teman sesama hobinya mendirikan Singapore Sporting Club.

Baca Juga

Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Mereka mengubah sebidang lahan berlumpur di Farrer Park di bagian tengah Singapura menjadi arena pacuan kuda. Pada tahun 1924, tempat itu diubah namanya menjadi Singapore Turf Club.

Lomba kecepatan kuda pacu terbukti populer tidak hanya di kalangan orang Eropa di kawasan itu, tetapi juga orang-orang berduit dari etnis Melayu dan China.

Mendiang Ratu Elizabeth II, yang merupakan penggemar pacuan kuda dan peternak kuda pacu, memiliki acara lomba yang dinamai menurut namanya di arena itu. Ketika mengunjungi Singapura pada tahun 1972, Elizabeth II menyeragkan piala perdana Queen Elizabeth II Cup. Dia menghadiri acara itu untuk kedua kalinya pada 2006.

Pada 1933, seiring dengan semakin populernya pacuan kuda di pulau itu, arena dipindahkan ke lokasi yang lebih luas di Bukit Timah di bagian barat Singapura.

Pada Maret 2000, Singapore Turf Club dipindah ke lokasi sekarang ini di Kranji, di bagian utara pulau. Arena pacuan kuda bernilai S$500 juta ($370,9 juta) memiliki tribun lima lantai dengan kapasitas 30.000 penonton.

Akan tetapi, dari tahun ke tahun Singapore Turf Club mengalami penurunan jumlah penonton.

“Singapura merupakan negara kota dengan lahan terbatas. Pemerintah secara berkesinambungan terus mengkaji ulang rencana penggunaan lahan guna menyesuaikan kebutuhan di masa kini guna memastikan kecukupan lahan bagi generasi mendatang,” imbuh pernyataan tersebut, seperti dilansir BBC Selasa (6/6/2023).

Kementerian Pembangunan Nasional juga mengatakan akan memikirkan penggunaan lain dari arena pacuan kuda itu, termasuk untuk fasilitas hiburan dan rekreasi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Elizabeth IIpacuan kudaSingapore Turf Clubsingapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya botol air zamzam Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Alami Cuaca Panas, Jamaah Haji Dihimbau Jaga Kesehatan dan Tidak Memaksakan Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Berita
9 Juli 2026 19:00
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
Ledakan di Damaskus Dekat Hotel Presiden Prancis Menginap,18 Orang Terluka

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan

9 Juli 2026 18:30
Berita

BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal

9 Juli 2026 18:04
Berita

Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

9 Juli 2026 16:05
Berita

Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

9 Juli 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?