Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Warga Korea Selatan Menimbun Garam Gegara Tetangga Jepang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Juli 2023 15:14 3:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juli 2023 15:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Warga Korea Selatan mmulqi menimbun garam laut dan barang-barang lain sementara negara tetangga Jepang bersiap untuk membuang air radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut.

Jepang bersiap untuk meleaskan lebih dari 1 metrik ton air yang telah dipakai untuk mendinginkan reaktor nuklir yang rusak akibat gempa dan tsunami 2011 ke Samudera Pasifik.

Tokyo telah berulang kali meyakinkan bahwa air tersebut aman dan telah disaring untuk menghilangkan sebagian besar isotop meskipun mengandung jejak tritium, isotop hidrogen yang sulit dipisahkan dari air.

Meskipun Jepang belum menetapkan tanggal pembuangan air, pengumuman tersebut telah membuat para nelayan dan penduduk di seluruh kawasan khawatir.

Otoritas perikanan Korea Selatan meningkatkan pemantauan kadar zat radioaktif dalam tambak garam alami dan memberlakukan larangan makanan laut dari perairan dekat Fukushima.

Baca Juga

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

“Saya baru saja membeli lima kilogram garam,” kata Lee Young-min, ibu dua anak berusia 38 tahun, seraya menambahkan bahwa dia belum pernah membeli garam sebanyak itu sebelumnya.

“Sebagai seorang ibu yang membesarkan dua anak, saya tidak bisa hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa. Saya ingin memberi mereka makan dengan aman,” katanya kepada Reuters seperti dilansir Independent Sabtu (1/7/2023).

Aksi borong itu mengakibatkan kenaikan 27 persen harga garam di Korea Selatan pada bulan Juni dari harga dua bulan lalu, meskipun pihak berwenang mengatakan cuaca dan rendahnya pasokan garam juga menjadi penyebabnya.

Guna menjaga ketersediaan garam, pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk mengeluarkan sekitar 50 metrik ton garam dari gudang per hari dengan harga lebih murah 20 persen dari harga pasar sampai 11 Juli.

“Saya khawatir pembuangan air limbah tidak hanya mencemari (laut) dan menyebabkan masalah kesehatan, tetapi juga menaikkan harga garam dan makanan laut,” kata Park Young-sil, seorang wanita berusia 67 tahun saat berbelanja di sebuah pasar tradisional di Seoul.

Lebih dari 85 persen masyarakat Korea Selatan menentang rencana Jepang tersebut, menurut sebuah survei bulan lalu Research View. Tujuh dari 10 orang dilaporkan mengatakan bahwa mereka akan mengurangi konsumsi makanan laut jika pembuangan air limbah dilanjutkan.

Hyun Yong-gil, seorang pemilik toko grosir garam di Seoul, mengatakan kepada Reuters awal bulan ini bahwa penjualan meningkat “40 hingga 50 persen” meskipun harga melonjak.

“Saya datang untuk membeli garam tapi tidak ada yang tersisa,” kata Kim Myung-ok, 73 tahun. “Terakhir kali saya datang juga tidak ada.”

China mengutuk rencana pelepasan air limbah itu, menuduh Jepang kurang transparan dan mengatakan tindakan itu merupakan ancaman bagi lingkungan laut dan kesehatan orang-orang di seluruh dunia.

Jepang mengatakan telah memberikan penjelasan rinci dan didukung sains tentang rencananya kepada negara-negara tetangga.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno pelan lalu mengatakan bahwa Jepang melihat adanya peningkatan pemahaman dari tetangganya terkait rencana itu.

Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA), berkata, “Metode yang dipilih Jepang layak secara teknis dan sejalan dengan praktik internasional.”

Grossi dijadwalkan mengunjungi Jepang pekan depan untuk bertemu dengan para pemimpin Jepang dan melihat persiapan akhir untuk pelepasan air limbah radioaktif yang sudah diolah tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FukushimagaramJepangKorea Selatannuklir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ehud Barak dan Yair Golan Diperiksa Polisi Israel
Tulisan selanjutnya Jumlah Orang Usia 40 Tahun di Amerika Serikat Belum Pernah Menikah Meningkat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Feature
1 Juli 2026 06:30
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

perang skala penuh
Berita

Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

26 Juni 2026 15:27
Berita

Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

25 Juni 2026 17:32
Berita

Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

25 Juni 2026 13:06
Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?