Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemuda Muslim Tewas Diserang Kelompok Hindu di Assam

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2023 10:34 10:34 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 Agustus 2023 10:30
Bagikan
Foto: maktoobmedia.com
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pemudia Muslim, Saddam Hussain dari desa Borbari Ahotpam digantung hingga tewas oleh segerombolan radikal Hindu di desa Ahotguri di distrik Morigaon di Assam tengah, Selasa (25/7/2023). Musibah terjadi saat Saddam dan lima pemuda Muslim sedang kembali dari desa Naramari, 7 km dari rumah mereka ketika mereka diserang massa Hindu.

Menurut Maktoobmedia, Hussain, bersama dengan Mirajul Hoque, Anarul Hoque, Bilal Hussain, Samsul Hoque dan Abul Hussain bepergian dengan sepeda setelah menonton pertandingan Final Liga Kabaddi lokal dan dituduh mencuri sapi.

Keenam warga desa dan kawan-kawan mereka itu adalah penggemar olahraga karena salah satunya adalah pemain sepak bola terkenal di daerah itu.  Anarul Hoque dikenal sebagai “Messi” di area tersebut karena bakat mencetak golnya yang brilian.

Beruntung saudaranya, Mirajul Hoque, selamat meski dia sempat terluka parah. “Orang-orang di daerah itu tidak mengenali saya jika Anda mengatakan, Anarul Hoque. Mereka mengenal saya sebagai “Messi” karena saya bermain di posisi striker,” kata Anarul kepada Maktoob menambahkan dia “masih bisa melihat bagaimana massa memukuli mereka”.

Meski dikenal sebagai pesepakbola berbakat di daerah tersebut, Anarul dan kawan-kawan tidak bisa lepas dari “penyerang yang hanya berniat membunuh kami” begitu katanya.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Saat pertandingan usai, kami berangkat ke rumah kami dan mencapai Ahotguri sekitar pukul 1:30 pagi (Selasa pagi). Saat hujan turun, kami berhenti di bawah naungan timah di sepanjang jalan. Pada saat itu, sekelompok 7-8 orang mengelilingi kami dan salah satu dari mereka berkata bukankah itu kamu, Messi?” demikian cerita Anarul mengenang serangan itu dimulai.

Karena Anarul yakin bahwa semua orang mengenalnya, dia menjawab dengan menegaskan identitasnya. “Mereka mengenal kami semua. Tetap saja, mereka menuduh kami mencuri sapi. Ketika saya mengatakan bahwa kami bukan pencuri dan pergi menonton pertandingan kabaddi dan juga meminta mereka untuk memverifikasi, mereka memukul saya dengan sangat keras sehingga penglihatan saya menjadi kabur.”

Sementara orang-orang Muslim mengatakan kepada massa bahwa mereka bepergian dengan sepeda dan tidak mungkin mencuri ternak. Sayangnya, massa semakin banyak  dan bergabung.

“Jelas bahwa mereka akan membunuh kita. Saya merasa satu-satunya niat mereka adalah untuk menghabisi kami. Jadi saya meminta mereka semua untuk berlari,” ujar Anarul.

Sementara Anarul, Samsul dan Abul berhasil melarikan diri dari gerombolan itu, tiga lainnya ditangkap penduduk desa yang sudah marah.

Berhasil kabur dari tempat itu, Anarul mendatangi kakak laki-lakinya Mainul Hoque dan memintanya untuk menyelamatkan adik laki-laki mereka Mirajul. Mendengar kakaknya dipukuli, Mainul bersama putranya yang berusia 10 tahun bergegas ke tempat kejadian.

Saat Mainul sampai di lokasi, dia tidak diperbolehkan mendekati korban. “Mereka juga memukulinya,” kata Anarul.

Akhirnya Mainul pergi mencari bantuan dari polisi. Sementara itu, kakak laki-laki Saddam, Samsuddin, juga mendatangi kantor Polsek Darumtol, di dekat wilayah itu.

Samsuddin bersama polisi sampai di lokasi pada malam hari namun polisi tidak bisa menyelamatkan para korban. Rekaman video yang dibagikan di media sosial, menunjukkan polisi hadir di tempat kejadian pada malam itu.

Menurut Maktoob, akibat serangan ini, Saddam dinyatakan meninggal, Mirajul serta Billal dilalrikan ke rumah sakit. Kedua sepeda mereka dibakar massa, termasuk kendaraan pers di lokasi.

“Bukan hanya enam orang yang diserang. Seorang penjual ikan dari desa Borbari sedang pergi ke kota Morigaon tanpa menyadari situasi saat subuh. Ajim Uddin (penjual ikan) juga diserang secara brutal hanya karena mengambil jalan itu di pagi hari,” kata kakak laki-laki Saddam, Nasir kepada Maktoob.

Nasir mengatakan Saddam adalah seorang buruh, terkadang bekerja di tambang batu bara di Meghalaya untuk menghidupi empat anggota keluarganya. “Kecuali untuk bekerja, dia tidak akan keluar. Dia akan kembali dan bermain dengan putrinya yang berusia 5 tahun,” ujar Nasir.

“Putra dan putri Saddam yang berusia 7 tahun kini menjadi yatim piatu hanya karena dia pergi menonton pertandingan kabaddi, “ ujar Nasir.

Kejinya lagi, meski di lokasi ada polisi, massa malah menendang dan tega menginjak-injak jenazah ketiga korban, demikian video yang diakses Maktoob. Sementara aparat polsi bernama Prasant Kumar Bhuyan mengklaim pada media bahwa ada tiga sapi dicuri dari desa Ahotguri dan masyarakat marah, yang mengakibatkan kekerasan massa.

“Bahkan kendaraan polisi diserang. Pasukan bala bantuan berangkat pada pagi hari dan para korban berhasil diselamatkan,” kata Bhuyan memastikan hukuman yang tegas bagi orang-orang yang terlibat dalam hukuman mati tanpa pengadilan.

Polisi mengaku telah menangkap delapan orang yang terlibat dalam pembunuhan massal. “Tapi mereka yang menyerang kami di malam hari belum ditangkap. Hanya karena kita miskin, bukankah kita pantas mendapatkan keadilan? Kami adalah Muslim, apakah itu sebabnya kami tidak mendapatkan keadilan?,” ujar Anarul tentang klaim penangkapan tersebut. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AssamHeadlineHinduMuslim Assammuslim Indiapemudia MuslimSaddam Hussain
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polri akan Memblokir Ratusan Ribu Iphone Ilegal tanpa IME
Tulisan selanjutnya Masjid Hagia Sophia Rayakan Ulang Tahun Ketiga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?