Hidayatullah.com– Perekonomian Belanda akan naik 0,7% secara keseluruhan pada 2023 dan diperkirakan akan berlipat dua tahun depan. Namun, jika pemerintah tidak segera bertindak mengatasi kemiskinan, maka jumlah orang miskin akan bertambah, kata lembaga pemerintah yang bertugas memperkirakan keadaan ekonomi makro CPB dalam sebuah pernyataan.
Meskipun daya beli diperkirakan meningkat rata-rata 1,9% karena kenaikan upah, sekitar 7% anak-anak di Belanda akan tumbuh dalam kemiskinan tahun depan apabila tidak diambil langkah-langkah baru, kata CPB pada hari Kamis (17/8/2023) seperti dilansir Dutch News.
Menyusul pandemi Covid-19, invasi Rusia ke Ukraina, kenaikan harga energi, inflasi serta kenaikan suku bunga, yang semua itu mempengaruhi dompet masyarakat, kondisi perekonomian Belanda secara mengejutkan relatif cukup baik, kata CPB.
Perekonomian Belanda memang sempat berkontraksi pada du kuartal pertama tahun ini, terutama disebabkan oleh penurunan ekspor dan daya beli masyarakat. Inflasi masih tetap tinggi untuk periode yang lebih lama dibanding perkiraan, yaitu 3,9% pada 2023 dan 3,8% pada 2024, kata CPB.
Pemerintah mengambil langkah-langkah sementara tahun lalu untuk memitigasi dampak kenaikan harga energi, terutama bagi rumah tangga berpendapatan rendah, tetapi batas atas harga akan berakhir tahun ini.
Apabila tidak diambil kebijakan baru, dikhawatirkan kemiskinan akan naik dari 4,8% tahun ini menjadi 5,7% pada 2024. Di kalangan anak-anak, persentase yang hidup dalam kemiskinan akan meningkat dari 6,2% menjadi 7%.
Apabila kebijakan pemerintah tetap tidak berubah, CPB memperkirakan defisit pemerintah akan naik dari 2,4% PDB pada 2024 menjadi 3,9% PDB pada 2028. Konsekuensinya, utang pemerintah akan naik menjadi 54,3% PDB pada 2028.*