Hidayatullah.com—Rencana pembangunan sebuah masjid di daerah timur ibukota Inggris, London, yang berkapasitas 9.000 orang telah ditolak oleh kementerian perencanaan.
Department for Communities and Local Government (DCLG) menolak rencana pembangunan masjid di Newham itu dengan alasan bertentangan dengan tata kota.
Kebijakan itu “juga mempertimbangkan bukti-bukti dari semua pihak dan sejalan dengan maksud awal dari dewan setempat, serta nasihat dari inspektur perencanaan independen,” kata DLCG seperti dikutip The Guardian Kamis (29/12/2015).
Sejak 18 tahun silam, kelompok Jamaah Tabligh berusaha mendapatkan izin pembangunan masjid berkapasitas 9.000 jamaah yang memiliki sejumlah nama itu, antara lain Riverine Centre, Abbey Mills Mosque, London Markaz dan Masjid-e-Ilyas.
Masjid yang akan didirikan di atas lahan seluas 17 acre di Abbey Mills itu rencananya akan dilengkapi dengan aula besar dan perpustakaan.
Tahun 2007, lebih dari 250.000 orang menandatangani sebuah petisi online menentang rencana pembangunan masjid tersebut. Petisi itu mengklaim sebagai perwakilan dari “populasi Kristen di Inggris”, dan mengatakan masjid itu akan menimbulkan kekerasan serta penderitaan.
Rencana pembangunan masjid yang diajukan Jamaah Tabligh itu ditolak pada tahun 2012 oleh Dewan Newham, karena khawatir dengan ukurannya yang besar akan memberikan dampak bagi bangunan-bangunan bersejarah di sekelilingnya. Selain itu, masjid yang akan didatangi jamaah dalam jumlah besar dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan lalu lintas.
English Defence League, kelompok rasis anti-Islam, menyambut meriah keputusan dewan kota tersebut.
Jamaah Tabligh mengajukan banding atas keputusan itu, sehingga tahun lalu dilakukan penyelidikan publik selama 3 pekan.
Jamaah Tabligh membeli lahan tersebut pada tahun 1996, yang merupakan lokasi pabrik kimia sebelum akhirnya ditutup pada akhir 1980-an. Sebuah bangunan masjid sementara kemudian dibangun yang dikenal sebagai Riverine Centre. Tempat ibadah tersebut mampu menampung 2.500 jamaah.
Di Inggris, kelompok Jamaah Tabligh dituding melahirkan pemuda-pemuda Muslim radikal.*