Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pembakaran Al-Quran Bertujuan untuk Memprovokasi Umat Islam

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2023 23:28 11:28 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 Agustus 2023 05:00
Bagikan
Indonesia mengecam dan mengutup aksi pembakaran kitab suci Al-Quran oleh politisi garis keras Swedia,, Rasmus Paludan, politisi Swedia
Bagikan

Hidayatullah.com – Gelombang serangan terhadap Al-Quran di beberapa negara Eropa dilakukan oleh orang-orang yang ingin memprovokasi umat Islam untuk merespon dan menggunakannya untuk membenarkan pandangan negatif mereka tentang Islam, menurut seorang ahli Inggris, lapor Anadolu Agency.

Daftar isi
  • ‘Pandangan-pandangan sayap kanan menjadi arus utama’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi beberapa kali insiden perusakan dan pembakaran Al-Quran oleh tokoh-tokoh Islamofobia dan kelompok-kelompok sayap kanan, terutama di negara-negara Eropa utara dan Nordik.

Sebagian besar insiden terjadi di Swedia dan Denmark, dengan sebagian besar terjadi di luar masjid dan kedutaan besar negara-negara Muslim seperti Turki, Arab Saudi, Pakistan, Irak, Iran dan Mesir.

Tindakan provokatif tersebut diizinkan oleh pihak berwenang terkait dan dilakukan di bawah perlindungan polisi, sehingga mengundang kemarahan dari negara-negara Muslim di seluruh dunia.

Meskipun beberapa politisi Eropa telah mengutuk insiden tersebut dan meminta maaf, serangan terhadap Al-Quran, sekali lagi, menimbulkan pertanyaan tentang Islamofobia dan sentimen anti-Muslim di seluruh Eropa.

Baca Juga

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu, Chris Allen, seorang ahli studi kebencian di University of Leicester, menceritakan kalau Terry Jones, seorang pengkhotbah evangelis di Amerika Serikat yang melakukan salah satu pembakaran Al-Quran di depan umum pertama kali pada tahun 2010, “untuk menghasut masyarakat Muslim dengan sengaja”.

“Mereka melakukannya (pembakaran Al-Quran) dengan harapan bahwa mereka yang berada di pinggiran akan benar-benar menanggapinya, di mana hal ini memperkuat argumen mereka bahwa semua Muslim, pada dasarnya, sama persis dengan mereka yang menanggapi dengan cara tertentu,” ujar Allen.

Sejak saat itu, fokus pada Muslim dan Islam menjadi jauh lebih menonjol di sayap kanan dan ekstrem kanan, hampir di seluruh dunia Barat, katanya.

Mengenai sikap pemerintah Eropa terhadap insiden-insiden tersebut, Allen mengatakan bahwa ia tidak yakin mereka akan melakukan lebih dari sekedar mengutuk.

“Tingkat politik elit di semua negara ini (Denmark, Swedia, Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Yunani) mereka sudah sangat memberatkan dan sangat negatif, kadang-kadang diskriminatif terhadap Muslim dan komunitas Muslim di negara mereka,” katanya.

Alih-alih bertanya-tanya mengapa mereka tidak mengambil tindakan apa pun, pertanyaannya adalah apakah mereka akan bertindak, tegasnya.

“Saya rasa pemerintah-pemerintah negara tidak terlalu peduli dengan hal ini… karena saya rasa mereka tidak benar-benar membela komunitas minoritas, apakah itu Muslim, pengungsi atau migran,” tegasnya.

Allen mengatakan bahwa insiden-insiden ini, serta kecaman terhadap komunitas Muslim atau komunitas migran dan kulit hitam dalam berbagai kasus sebenarnya memperkuat pesan partai-partai sayap kanan dan memberi mereka lebih banyak suara.

‘Pandangan-pandangan sayap kanan menjadi arus utama’

Menyinggung kasus di Inggris mengenai sikap terhadap Muslim, Allen mengatakan bahwa ada kesenjangan antara kebijakan dan sayap kanan 10 tahun yang lalu, yang “menjadi sangat dekat”.

“Apa yang dikatakan oleh Partai Nasional Inggris dan Liga Pertahanan Inggris tentang Muslim 10 tahun yang lalu, Partai Konservatif, yang sekarang menjadi partai pemerintah kita, dan mayoritas besar di Inggris, sebenarnya mengatakan hal yang sangat mirip,” katanya.

Menyebutkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa Islamofobia dan kejahatan kebencian terhadap Muslim telah mencapai rekor tertinggi selama lima tahun di Inggris, dan meningkat setiap tahun, ia mengatakan bahwa negara tersebut sekarang memiliki pemerintah yang “tidak peduli dan menanggapi hal ini”.

Meskipun dalam bentuk yang berbeda, situasinya serupa di seluruh Eropa, karena pandangan-pandangan yang disampaikan oleh kelompok sayap kanan 10 atau 20 tahun yang lalu kini menjadi arus utama, baik di media maupun di ruang politik, tambahnya.

“Apa yang dikatakan tentang Muslim 20 tahun yang lalu perlahan-lahan masuk ke dalam arus utama, di mana sekarang, ini adalah pandangan arus utama, untuk percaya bahwa Muslim adalah masalah… Muslim berusaha mengambil alih; semua hal ini adalah bagian dari sudut pandang politik arus utama,” ujar Allen.

Dia mengutip PEGIDA di Jerman, Liga Utara di Italia, Golden Dawn di Yunani dan Partai Demokrat Swedia, dan menunjukkan bahwa semuanya “melakukan hal yang sama”.

“Kekerasan melahirkan kekerasan dengan cara yang sama seperti ekstremisme melahirkan ekstremisme,” katanya tentang kemungkinan skenario terburuk yang mungkin terjadi jika serangan terhadap Al-Quran terus berlanjut.

“Jika seseorang menanggapi dengan menggunakan kekerasan, dan menganggapnya sebagai tanggapan yang sah, maka saya pikir kita bisa melihat keadaan semakin memburuk,” ia memperingatkan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QuranHeadlineislamPegidapembakaran al-Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesawat Ringan Jatuh di Jalan Raya Elmina Selangor 10 Orang Tewas
Tulisan selanjutnya Dihantam Ketua RT,  Anies Baswedan Tercebur ke Waduk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Berita
2 September 2026 20:18
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

2 September 2026 20:14
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?