Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Panas Menyengat Payung dan Tabir Surya Laris Dibeli Pria Jepang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2023 09:38 9:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Agustus 2023 09:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hawa musim panas di Jepang yang semakin menyengat dari tahun ke tahun mendorong naik penjualan payung yang dirancang untuk kaum Adam. Produk perawatan kulit berupa tabir surya juga mengalami peningkatan permintaan.

“Pelanggan laki-laki membeli payung untuk mencegah sengatan panas sekaligus melindungi kulit mereka dari sengatan matahari,” kata perwakilan humas department store Takashimaya di Osaka. 

Dari Maret sampai Juli, penjualan payung di toko tersebut naik 2,4 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lapor Asahi Shimbun Jumat (18/8/2023).

Dalam periode promosi musiman dari akhir Juni sampai awal Juli, toko tersebut menawarkan 600 jenis payung matahari termasuk 80 yang dipasarkan khusus untuk pria, dua kali lebih banyak dari biasanya.

“Semakin banyak pria membawa payung di jalan, sehingga tidak terlalu mencolok, lebih netral-gender dan diterima,” kata staf toko itu, mengomentari tren membawa payung di kalangan lelaki belakangan ini.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Menurut toko tersebut, pelanggan pria seringkali memilih payung dengan struktur multi-sendi yang dapat dilipat cukup kecil untuk dimasukkan ke dalam tas. Mereka juga lebih suka payung dengan warna gelap seperti biru tua dan hitam.

Sementara itu, pelanggan wanita lebih menyukai payung dengan struktur rangka yang lebih sederhana yang mudah dibuka dan ditutup, meski bentuknya tidak kompak (tidak dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam tas).

Sementara itu, Aeon Co., yang mengoperasikan mal dan supermarket di seluruh penjuru negeri Jepang, juga melihat kenaikan pada penjualan payung pria di sekitar 280 gerainya tahun ini.

Sejumlah tokonya menawarkan lebih dari 40 tipe payung musim panas untuk pria atau 2,6 kali lebih banyak dibanding tahun lalu.

Meskipun 80 persen pembeli payung di toko-toko Aeon adalah perempuan, penjualan payung pria dari Maret sampai pertengahan Agustus 5,5 kali lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2020.

Perwakilan humas Takashimaya meyakini kenaikan itu disebabkan semakin banyak pria yang tidak malu menggunakan payung demi melindungi kulitnya.

Data penjualan kosmetik pria di Jepang, seperti halnya payung, mengalami kenaikan di tahun-tahun belakangan ini. Pada 2022, nilai pasar kosmetik pria menyentuh angka 44,6 miliar yen ($306 juta) atau naik 30 persen dalam kurun lima tahun, menurut firma riset pasar Intage Inc. Produk tabir surya atau kosmetik untuk memulihkan kondisi kulit dari sengatan sinar matahari juga naik lebih dari 20 persen.

“Semakin banyak pria yang sadar akan penampilan mereka antara lain karena maraknya pertemuan lewat video online, di mana mereka melihat wajah mereka sendiri bersanding di layar bersama wajah orang lain,” kata Toshimitsu Kiji, seorang analis pasar di Intage.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jepangpanaspayungtabir surya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tangkapan layar video Youtube Sunnah Nabi Persis Minta Polisi Selidiki Penistaan Agama Akun Youtube Sunnah Nabi
Tulisan selanjutnya Muncul Film Porno Baghdad Matikan Semua Layar Reklame Elektronik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?