Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Divonis Mati, Tokoh Al-Ikhwan Minya Siap Jadi Martir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 April 2014 11:25 11:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 April 2014 11:24
Bagikan
Shaban Omar, pimpinan Al-Ikhwan Minya-Mesir yang kini berada di Turki.
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah seorang tokoh Al-Ikhwan Al-Muslimun yang hari Senin (28/4/2014) divonis hukuman mati oleh pengadilan di Mesir mengaku vonis itu sebagai kehormatan baginya dan dia siap mati sebagai martir.

“Keputusan itu tidak hanya soal eksekusi. Hal yang terpenting adalah kemana Mesir akan diarahkan? Kami melihat prinsip-prinsip keadilan telah berakhir. Negara itu ditertawakan di seluruh dunia,” kata Shaban Omar, pimpinan Al-Ikhwan Al-Muslimun wilayah Minya. “Namun kematian karena eksekusi merupakan kehormatan bagi kami … Saya akan menjadi martir jika mereka membunuh saya … Dengan perlawanan rakyat, insya Allah, kudeta ini akan berakhir.”

Omar tiba di Turki pekan lalu dari Qatar. Namun, keluarganya masih berada di provinsi yang terletak di selatan Mesir itu untuk melakukan protes. Dia mengatakan berangkat ke Qatar tiga bulan setelah militer menggulingkan Muhammad Mursy pada Juli 2013. Namun Omar tidak mengatakan kepada siapapun tentang kepergiannya, karena khawatir teleponnya telah disadap.

Kepada media Turki, Hurriyet, Omar mengatakan telah mengira akan dihukum mati setelah pengadilan yang sama sebelumnya menjatuhkan vonis mati kepada 529 orang pada bulan Maret lalu.

Omar menyangkal tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya memukuli seorang anggota polisi di Minya pada bulan Agustus 2013. “Itu fitnah. Polisi membunuh petugas itu karena dia tidak mau menembak pengunjuk rasa. Mereka menuding Al-Ikhwan, tetapi pada hari yang sama enam orang anggota organisasi itu dibunuh,” kata Omar dikutip Hurriyet Rabu (30/4/2014). “Saya berada di sana ketika petugas itu tewas. Saya melihatnya dengan mata kepala sendiri. Polisi membunuhnya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hari Senin (28/4/2014) pengadilan di Minya memvonis mati 683 orang dalam kasus kerusuhan di kantor polisi di Edwa pada 14 Agustus 2013. Pada hari yang sama ketika itu posisi membunuh ratusan pengunjuk rasa di Kairo.

Dari enam ratusan terdakwa itu sebagian masih buron, termasuk Omar.

Semua terdakwa, termasuk pimpinan Al-Ikhwan yang sekarang mendekam dalam tahanan Muhammad Badi, dituding sebagai anggota atau pendukung mantan presiden Muhammad Mursy.

Pada hari Senin kemarin pengadilan juga mengukuhkan 37 vonis mati dari 529 terdakwa yang di vonis mati Maret lalu. Sisanya sebanyak 492 orang mendapat hukuman penjara seumur hidup.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rasis, Bos LA Clippers Dicekal NBA dari Dunia Basket Seumur Hidup
Tulisan selanjutnya Pasca 11 September Muslim Amerika Dituntut Jelaskan Islam yang Sebenarnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan

Berita
7 September 2026 15:01
Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals

Terbaru

  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?