Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Warganya Mati Saat Operasi di Turki, Pemerintah Inggris Didesak Keluarkan Peringatan Bahaya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 September 2023 15:31 3:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 September 2023 21:20
Bagikan
Wanita, anjing dan kucing bersaing bokong besar.
Bagikan

Hidayatullah.com– Keluarga seorang wanita Inggris yang meninggal dunia di meja operasi saat menjalani bedah kosmetik untuk memperbesar bokongnya di Turki, mendukung seorang petugas koroner yang mendesak pemerintah Inggris agar mengeluarkan peringatan bahaya ke publik.

Melissa Kerr, 31, dari Gorleston, Norfolk, meninggal di sebuah rumah sakit swasta di Istanbul, Turki, pada tahun 2019.

Jacqueline Lake, seorang petugas koroner di Norfolk, berpendapat peringatan publik tersebut penting guna mencegah kematian-kematian akibat prosedur bedah kosmetik di luar negeri dan memperingatkan masyarakat Inggris tentang bahayanya.

Natasha, saudara kembar Melissa Kerr, mengaku “sangat senang” ada ahli yang peduli dan mengangkat kasus saudaranya tersebut guna memberikan pelajaran dan peringatan kepada masyarakat luas.

Pada pemeriksaan yang berakhir pada hari Selasa (12/9/2023), seorang saksi ahli – pakar bedah plastik Simon Withey – mengatakan tingginya angka kematian akibat operasi pengencangan atau pembesaran bokong yang populer disebut prosedur kosmetik Brazilian butt-lifts (BBL) berjumlah lebih dari satu dalam setiap 4.000 prosedur.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Withey mengatakan kalau saja risiko prosedur itu dijelaskan kepada Kerr sebelum dia bersedia mengeluarkan uang untuk mebayar biayanya, dia “bisa dipastikan” tidak akan menjalaninya.

Jacqueline Lake menyatakan bahwa Melissa Kerr tidak diberikan penjelasan yang mencukupi untuk dapat mengambil keputusan yang selamat. Sayangnya, bahaya bagi warga Inggris yang bepergian ke luar negeri untuk menjadi bedah kosmetik itu terus berlangsung, dan “saya berharap kematian-kematian di masa mendatang dapat dicegah dengan pemberian informasi yang lebih baik,” imbuh Lake.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada BBC Natasha Kerr mengatakan, “Tingkat kematian berkaitan dengan pembedahan di Turki sangat mengkhawatirkan, terlebih lagi tingkat kematian yang terkait dengan pencangkokan lemak gluteal.”

“Angka-angka tersebut bahkan tidak termasuk pasien yang selamat namun menderita komplikasi parah yang mengubah hidup atau mereka yang mengalami cacat permanen,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan,  “Pasien tidak sepenuhnya diberitahu tentang risiko pembedahan dan tingkat kematian terkait, pasien tidak diperiksa oleh dokter bedahnya sampai beberapa jam sebelum operasi dan tidak mendapat cukup pemeriksaan medis.”

“Para ahli bedah menggunakan teknik-teknik kuno dan berisiko yang menempatkan pasien dalam bahaya besar. Hal ini tidak boleh dibiarkan, kita perlu bertindak sekarang untuk mencegah risiko nyawa di masa depan.”

Medicana Haznedar Hospital di Istanbul sudah diminta tanggapannya atas pemeriksaan yang dilakukan petugas koroner terhadap kematian Kerr.

Keluarga Kerr mengaku sangat terpukul dengan kematian Melissa, seorang praktisi kesehatan mental.

Natasha Kerr mengatakan, meskipun saudaranya itu memiliki dua gelar akademik setingkat master, tetapi dia tidak memiliki kepercayaan diri dalam hal bentuk tubuhnya.

“Kami berharap masyarakat berpikir dua kali untuk pergi ke Turki untuk menjalani operasi. Kami berdoa agar keluarga lain tidak harus menanggung rasa sakit luar biasa seperti yang kami alami,” imbuhnya.*

Yuk bergabung dengan Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar bersama media Hidayatullah BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) https://dakwah.media/

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisoperasi plastikTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Gara-Gara Konsumsi Minuman Berkarbonasi, Kaki Pemuda Ini Diamputasi
Tulisan selanjutnya Pemain Sepak Bola Mualaf Masuk Islam Jerman Robert Bauer, Pesepakbola Peraih Medali Perak Olimpiade Masuk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?