Hidayatullah.com – Aliran listrik di Rumah Sakit Indonesia di Gaza kini telah benar-benar padam usai bahan bakar untuk genset habis pada Selasa (24/10/2023). Para tenaga medis pun terpaksa harus menerima korban serangan udara penjajah ‘Israel’ dengan menggunakan penerangan dari ponsel.
Hingga tadi malam, RS Indonesia di Gaza masih terus mendapatkan pasien lantaran ‘Israel’ terus melancarkan pemboman tanpa henti.
Dalam video yang dibagikan aktivis Palestina memperlihatkan sebuah ambulans tiba Rumah Sakit Indonesia. Cahaya dari ambulans tampak menerangi bangunan RS yang gelap gulita.
Sudah 18 hari sejak entitas Zionis memblokade total Gaza, memutus semua pasokan kebutuhan dasar seperti listrik, air, makanan hingga bahan bakar.
Sebelumnya, pada Senin (23/10/2023) Rumah Sakit Indonesia yang berada di Gaza utara dilaporkan mengalami “kerusakan serius” imbas serangan udara penjajah ‘Israel’.
RS juga mengabarkan bahwa dokter dan tim medis kemungkinan besar terpaksa menghentikan operasi seiring dengan menepisnya bahan bakar untuk menjalankan fasilitas tersebut.
Operator RS Indonesia di Gaza, Sarbini Abdul Murad, memperingatkan bahwa demi menyelamatkan warga sipil bantuan kemanusiaan harus segera disalurkan ke Gaza.
Tidak hanya RS Indonesia, sejumlah rumah sakit di Gaza menghadapi “konsekuensi bencana” dalam 48 jam ke depan jika pasokan bahan bakar darurat tidak dikirim, koresponden Al Jazeera Tareq Abu Azzoum melaporkan, mengutip kementerian kesehatan Palestina.
Koresponden kami, yang berada di Khan Younis, melaporkan dalam setengah jam terakhir bahwa beberapa rumah sakit dapat “kehabisan layanan” dalam beberapa hari mendatang karena kekurangan bahan bakar.
Dia juga mengkonfirmasi laporan sebelumnya bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara telah kehabisan bahan bakar dan mengalami pemadaman listrik yang menyebabkan rumah sakit itu gelap gulita.
“Kondisinya [dalam] kondisi kritis,” katanya, seraya menambahkan bahwa pengeboman ‘Israel’ terus berlanjut semalam, dengan sedikitnya 28 orang dilaporkan tewas di sebuah distrik di utara Rafah, dan sedikitnya 14 orang lagi dilaporkan tewas setelah serangan terhadap sebuah stasiun minyak di Khan Younis.*




