Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tergiur Gaji Besar PRT Filipina Meninggal Misterius di Penampungan TKW Ilegal Sharjah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2023 20:51 8:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Oktober 2023 20:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Uni Emirat Arab telah memulangkan jasad seorang wanita pembantu rumah tangga (PRT) asal Filipina yang ditemukan meninggal bulan lalu di sebuah penampungan TKW di Sharjah, setelah berpindah majikan karena tergiur gaji lebih besar.

Ketika Vergie Tamfungan, 39, meninggal dunia pada 25 September, dia sedang dikurung di tempat penampungan oleh perekrutnya di Sharjah dan belum ditempatkan di rumah majikannya yang baru. Keluarganya mengatakan dia pergi ke UEA pada bulan itu setelah dijanjikan gaji dan bonus yang bagus oleh agensi perekrutnya.

Tamfungan, ibu empat anak asal daerah Danau Sebu di Filipina, telah bekerja secara legal sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi selama empat tahun. Pada bulan Agustus, dia ditawari pekerjaan oleh seorang perekrut di UEA yang diyakininya memiliki izin operasional. Perpindahan seperti ini dikenal dengan istilah cross-country employment oleh komunitas pekerja migran Filipina – ketika Anda meninggalkan majikan di satu negara untuk bekerja di negara lain tanpa mendaftarkan pekerjaan baru Anda ke pihak berwenang di Filipina, sehingga secara hukum Anda berubah menjadi pekerja migran tak berdokumen alias ilegal.

Kantor departemen pekerja migran Filipina di Dubai tahun ini sudah mengeluarkan peringatan perihal cross-country employment, dan mengatakan tindakan tersebut melanggar hukum dan setara dengan “perdagangan manusia”.

Perekrut Tamfungan, seorang wanita asal Filipina yang tinggal di UEA, menolak menyebutkan nama perusahaannya dan informasi perihal keluarga Tamfungan.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Penyebab kematian Tamfungan belum diketahui. Pihak berwenang Emirat menyebut “henti jantung”. Tamfungan sebelumnya sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan, kata keluarganya.

“Kenapa dia meninggal? Itu pertanyaan besarnya,” kata Gellian, putri Tamfungan yang berusia 17 tahun.

Keluarganya ingin otopsi dilakukan di Filipina tetapi tidak mampu membayar biayanya, kata mereka kepada The Guardian. Biayanya bisa mencapai 10.000 peso Filipina (£145).

Menanggapi kematian itu pihak Kementerian Sumber Daya dan Emiratissi menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga atas meninggalnya Vergie Tamfungan.

“Kementerian telah membuka penyelidikan menyeluruh untuk menyelidiki masalah seputar pekerjaan ilegal Nyonya Tamfungan saat berada di UEA dengan visa turis. Investigasi ini akan memastikan bahwa mereka yang yang melakukan pelanggaran hukum, baik individu maupun perusahaan, akan dimintai pertanggungjawaban,” kata pemerintah UEA dalam sebuah pernyataan.

“UEA sangat menghargai kontribusi yang diberikan oleh tenaga kerja migran, dan berkomitmen untuk melindungi dan meningkatkan hak-hak dan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh,” imbuh pernyataan itu seperti dilansir The Guardian Senin (23/10/2023).

Hampir 10.000 pekerja migran dari Asia diperkirakan meninggal setiap tahun di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, UEA, Bahrain, Qatar, Oman dan Kuwait. Lebih dari separuh kematian tidak dapat dijelaskan, dengan istilah seperti “penyebab alami” dan “henti jantung” sering ditulis disurat kematian mereka, menurut Kelompok-kelompok hak asasi manusia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filipinapekerja migranPRTUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dianggap Bangun Dinasti Politik, Begini Jawaban Jokowi
Tulisan selanjutnya Strategi ‘Israel’ Menyerang Gaza akan Jadi Bumerang Zionis di Masa Depan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?