Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Seratus Orang Pemegang Paspor Inggris Keluar dari Gaza Lewat Rafah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 November 2023 14:00 2:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 November 2023 14:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekitar seratus orang pemegang paspor Inggris berhasil dikeluarkan dari Jalur Gaza lewat perbatasan Rafah, Mesir. Termasuk di antara mereka adalah dua mertua dari Menteri Pertama Skotlandia.

Dilansir The Guardian, per hari Jumat (3/11/2023) tercatat 127 orang yang tercantum dalam daftar Inggris untuk dievakuasi dari Mesir sejak perbatasan Rafah dibuka pada hari Rabu.

Termasuk di dalam daftar itu adalah kwdua orangtua istri PM Skotlandia Humza Yousaf, Nadia El-Nakla.

“Kami sangat senang mengonfirmasi bahwa orangtua Nadia sudah bisa meninggalkan Gaza melalui penyeberangan Rafah pagi ini,” kata Yousaf, seraya menyampaikan rasa sedih atas penderitaan yang dialami penduduk Gaza.

“Kami akan terus bersuara untuk menghentikan pembunuhan dan penderitaan rakyat Gaza yang tidak bersalah,” kata Yousaf.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan perbatasan Rafah dibuka hanya untuk beberapa saat saja dan dengan pengontrolan ketat untuk memungkinkan beberapa kelompok warga asing tertentu dan orang yang terluka untuk keluar dari Gaza.

Hari Kamis, sejumlah warga Inggris dari gelombang pertama yang berhasil menyeberang ke Mesir menceritakan bagaimana “kacaunya” perbatasan Rafah, dan mereka merasa “ditelantarkan” oleh pemerintah Inggris.

Sampai saat ini diketahui beberapa ratus warga Inggris masih terjebak di Gaza, bersama dengan sekitar 7.000 warga asing lain yang sudah terdaftar oleh kedutaan masing-masing negara mereka dan otoritas Mesir.

The Guardian melaporkan pihaknya mengetahui pula ada beberapa oranga yang tidak terdaftar dapat melintasi perbatasan dan memasuki wilayah Mesir dengan dokumen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazainggrisMesirRafah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lembaga Think Tank Rujukan Intelijen ‘Israel’ Ingin Syeikh Al-Azhar Digulingkan
Tulisan selanjutnya PM Anwar Izinkan 100 Persen Kepemilikan Asing Tesla dan Starlink di Malaysia Demi Kebaikan Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?