Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lembaga Think Tank Rujukan Intelijen ‘Israel’ Ingin Syeikh Al-Azhar Digulingkan

Thoriq
Terakhir diupdate: 4 November 2023 12:30 12:30 pm
Thoriq
Dipublikasikan 4 November 2023 12:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— The Institue for National Security Studies (INSS), lembaga pemikiran (think tank) keamanan ‘Israel’ berbasis di Tel Aviv  mengeluarkan rekomendasi agar negara-negara Arab ikut melemahkan lembaga ilmu pengetahuan dan keislaman Sunni tertua di dunia, Al-Azhar Ash Syarif.

Rekomendasi ini dikeluarkan INSS karena lembaga  Islam berpengaruh ini terus memberikan fatwa yang memusuhi penjajah ‘Israel’. “Selama lebih dari satu dekade, Al-Azhar secara konsisten mendorong wacana bermusuhan berhadapan dengan ‘Israel’, “ tulisnya dua penelitinya di edisi  INSS Insight No. 1777, Kamis, 2 November 2023.

Lembaga ini juga menuduh Al-Azhar telah memicu ketegangan Internasional –khususnya di dunia Arab—dengan mendorong pembebasan Palestina dan Masjidil Aqsha. “Sebagian dari wacana ini (Al-Azhar, red) berupaya untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina melawan apa yang disebut al-Azhar sebagai “entitas Zionis,” tulisnya.

Peneliti juga kurang berkenan dengan pernyataan Al-Azhar yang diterbitkan dalam bahasa Arab, Inggris, dan Ibrani dengan judul; “Pendudukan adalah sumber dari semua kejahatan.”

Karena itu, INSS mengeluarkan tiga rekomendasi mengenai Al-Azhar, yang dipublikasikan pada hari Kamis, (2/11/2023), yang menyangkut kedudukan Al-Azhar. Di bawah ini rekomendasi institusi yang diklaim sebagai lembaga pemikir keamanan dan pertahanan nasional terkemuka di ‘Israel’ ini.

Baca Juga

Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Rekomendasi pertama, INSS meminta agar “Negara-Negara Moderat” menekan pihak Pemerintahan Mesir agar, bisa menekan Al-Azhar, yang disebutnya telah “melakukan ujaran kebencian” dan meningkatkan ketegangan politik dan agama. Dan jika perlu, dengan cara mengganti posisi Grand Syeikh Al-Azhar.

Rekomendasi kedua, INSS ingin agar “Negara-Negara Moderat” ikut melemahkan perngaruh Al-Azhar, yakni agar Lembaga-lembaga yang selama ini bekerja sama dengan Al-Azhar meninjau ulang hubungan kerjasasama dengan lembaga tersebut, serta melakukan pengawasan kepada cabang intenernasionalnya.

Yang dimaksud INSS sebutan ‘Negara-Negara Moderat’ adalah; ‘‘Israel’’, Amerika Serikat (AS), Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

“‘Israel’, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Arab moderat, seperti Arab Saudi dan UEA, harus menuntut pemerintah Mesir – yang merupakan sumber utama pengaruh dan pendanaan untuk al-Azhar – harus mengerahkan seluruh upayanya untuk menghentikan lembaga ini,” tulisnya.

Rekomendasi ketiga, INSS  ingin agar pendanaan terhadap institusi Al-Azhar dihambat. Baik dari dalam negeri, maupun dari luar negeri, jika terdapat pihak-pihak yang mendanai Al-Azhar, salah satunya adalah Uni Emirat Arab (UAE), sehingga pihak-pihak yang menyokong dana untuk Al-Azhar untuk meninjau kembali dukungan itu.

“Bantuan Amerika yang diberikan kepada Mesir atas perannya dalam perjuangan melawan “terorisme” juga harus dibarengi dengan harapan untuk mengendalikan al-Azhar.”

Rekomendasi ini ditulis oleh peneliti INSS  Dr. Ofir Winter dan Dr. Michael Barak. Ofir Winter merupakan Peneliti Senior di INSS dan dosen di Departemen Studi Arab dan Islam di Universitas Tel Aviv, sedangkan Michael Barak peneliti senior di International Institute of Counterterrorism (ICT) dan dosen di Lauder School of Governance, Diplomacy and Strategy di Reichman University.

Sejak awal serangan ‘Israel’ yang berujung pada usaha pembantaian massal di Gaza, Palestina, Al-Azhar termasuk salah satu lembaga keagamaan yang sangat tegas dan keras, mengecam penjajah dan sekutu-sekutunya, termasuk Amerika Serikat yang dinilai secara tidak manusiawi berlaku dzalim kepada rakyat Palestina.

“Salam selamat barakah dari sisi Allah kepada Al-Muqaawamah Palestina serta rakyat Gaza, kalian adalah simbol izzah dan perlawanan,” demikian pesan Al-Azhar saat serangan ‘Israel’ yang memasuki hari ke 26.

Dalam pesannya Al-Azhar meminta Pemerintah Negara Muslim di dunia untuk segera memberi bantuan rakyat Palestina atas penindasan ‘Israel’. Tak lupa institusi ini meminta warga Gaza bersabar atas kekejian Zionis, dan tetap bersandar pada Al-Quran.

“Salam selamat kepada anak-anak dan para wanita Gaza yang terus bersabar, kalian rakyat Gaza, dengan jasad lemah dan dada terbuka melawan kobaran api yang dikirimkan kepada kalian oleh pasukan teroris yang telah Allah cabut rahmat dari hati mereka.”

“Pasukan penjajah adalah pasukan teroris yang tak memiliki moralitas dan kemanusiaan, mereka melegalkan berbagai kejahatan brutal; mengebom rumah sakit, menghancurkan masjid dan Gereja, membunuh wanita, anak-anak, wartawan, serta warga sipil tak berdosa yang tiada daya dan upaya.”

“Wahai para pahlawan: ambillah suplai kekuatan kalian dari Al-Quranul Karim, mintalah pertolongan dari Allah melalui Kalam-Nya.”

Ketegasan Al-Azhar ini rupanya tidak sejalan dengan harapan ‘‘Israel’’. Karena itulah INSS dalam tulisanya berjudul “Dari Islam Moderat menuju Islam Radikal” lembaga ini menuduh lembaga yang menangungi banyak ulama Sunni ini berubah menjadi “gerakan radikal”.

Hubungan INSS dengan Intelijen dan Militer ‘Israel’

Dalam laman resminya, disebutkan lembaga ini didirikan tahun 1984, merupakan sebuah lembaga penelitian yang beraviliasi dengan Universitas Tel Aviv, dengan fouus pada masalah intelijen dan keamanan nasional.

Pakar urusan ‘Israel’ dari Mesir, Dr. Muhammad Abud menjelaskan mengenai siapa INSS ini. Dikutip Russia Today, Kamis (2/11/2023), pengajar bahasa Ibrani di Universitas Ains Syams ini menyatakan bahwa lembaga ini memiliki sumber intelijen dan melayani orientasi keamanan nasional ‘Israel’, dan juga merupakan badan penelitian yang secara tidak langsung melayani tentara penjajah Zionis.

Di laman resminya, INSS menyebutkan misi utamanya adalah membentuk wacana publik mengenai isu-isu dalam agenda keamanan nasional ‘Israel’, dan memberikan analisis dan rekomendasi kebijakan kepada para pengambil keputusan, pemimpin publik, dan komunitas strategis, baik di ‘Israel’ atau di luar negeri.

Dalam publikasinya pada bulan Desember 2022, INSS juga mengeluarkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah penjajah dengan topik “Hari setelah Mahmous Abbas”. Dimana lembaga ini merekomendasikan agar ‘Israel’ bisa mendesain pergantian dengan mulus, agar penggantinya tetap bisa menguntungkan zionis.

“‘Israel’ mempunyai alat untuk mendukung proses ini, seperti dukungan terhadap Otoritas Palestina dan pemerintahannya,” tulis rekomendainya.*

Baca juga di bawah ini pernyataan & fatwa Lembaga Al-Azhar tentang Palestina yang membuat penjajah ‘Israel’ marah;

  • Al-Azhar: Wahai Pemerintah Muslim Kerahkan Segala Kemampuan Kalian untuk Palestina!
  • Al Azhar: Targetkan Sipil, Rumah Sakit, Ambulan, Pasar, Sekolah, Memutus Makanan dan Energi adalah Genosida
  • Tanggapi Dukungan Barat kepada Zionis, Al Azhar: Klaim Mereka tentang Kebebasan adalah Bohong
  • Al Azhar: Perlawanan Palestina Menanamkan Kita Semangat dan Kepercayaan Diri  
  • Penjajah Israel Bunuh Penduduk Nablus, Al Azhar Sebut Mereka “Teroris Zionis”
  • Al Azhar Mesir Tegaskan Lagi Pentingnya Perjuangan Palestina bagi Umat Islam
Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-AzharAl-Azhar Ash Syarifheadline Syeikh Al-AzharINSSIntelijen IsraelLembaga Think TankNegara Arabpejuang palestinaPerjuangan PalestinasunniSyeikh Ahmad ThayyipThe Institue for National Security Studies
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Serikat Mengakui Terbangkan Drone di Atas Gaza untuk Bantu Israel
Tulisan selanjutnya Seratus Orang Pemegang Paspor Inggris Keluar dari Gaza Lewat Rafah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain

Berita
23 September 2026 17:08
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Hujan Deras Merendam Bangkok
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas

28 September 2026 15:48
Berita

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

28 September 2026 07:00
Berita

Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

28 September 2026 05:00
Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?