Hidayatullah.com– Grup band Coldplay, yang diketahui pendukung homoseksual, diperbolehkan manggung di Malaysia dengan seizin pemerintah. PM Anwar Ibrahim mengatakan band asal Inggris itu membela perjuangan rakyat Palestina dan karena itu diperbolehkan untuk menggelar konser di Malaysia, meskipun ada banyak penolakan.
“Coldplay sebenarnya termasuk band yang mendukung Palestina,” kata Anwar dalam sesi Tanya Jawab Perdana Menteri di Dewan Rakyat (parlemen federal Malaysia), hari Selasa (21/11/2023).
“Jadi ada masalah di sini. Saya ingin menjelaskan di sini bahwa pemerintahan sebelumnya pun sudah memberi lampu hijau kepada [konser] sebelumnya,” kata Anwar, menegaskan bahwa pemerintahan sebelumnya lebih dulu memberikan izin.
Anwar mengatakan hal itu ketika menjawab pertanyaan wakil rakyat dapil Machang dari Bersatu, Wan Ahmad Fayhsal Wan Ahmad Kamal, perihal penolakan dari kalangan Muslim terhadap konser musik yang anggotanya mendukung praktik penyimpangan seksual tidak patut tersebut.
Kubu oposisi yang tergabung dalam koalisi Perikatan Nasional (PN), terutama partai Islam PAS, sejak jauh hari mendesak agar konser Coldplay di Kuala Lumpur dibatalkan.
PAS kembali menegaskan konser itu tidak patut terlebih karena digelar sementara rakyat Palestina di Gaza sedang menderita akibat dibombardir oleh pasukan Zionis Yahudi Israel.
Mufti Wilayah Federal Datuk Luqman Abdullah termasuk di antara mereka yang mendukung seruan PAS tersebut, dan mengatakan umat Islam tidak seharusnya mendukung konser tersebut.
Coldplay, sebagaimana diketahui, pada hari Rabu malam (22/11/2023) tanpa halangan menggelar konser di Bukit Jalil Stadium, dengan ketentuan penyelenggara menyiapkan “kill switch”, saklar yang akan langsung memutuskan jaringan listrik panggung konser apabila terjadi tindakan atau ujaran yang dianggap tidak patut ditunjukkan, dan panitia langsung menghentikan serta membubarkan acara, lansir Malay Mail.*