Hidayatullah.com–Sebanyak 9 Jorong (perangkat Pemerintahan Nagari) di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mendeklarasikan gerakan “Stop Buang Air Besar Sembarangan”, disingkat SBS.
Menurut Sesdirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kemenkes RI, dr. Yusharmen, M.Sc, kegiatan deklarasi melalui Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) ini merupakan momentum penting menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan komunitas.
“Sehingga terbentuk masyarakat Indonesia yang mandiri untuk hidup sehat,” katanya dikutip rilis Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.
Yusharmen mengatakan program PAMSIMAS bertujuan untuk meningkatkan jumlah penduduk perdesaan dan pinggiran kota (peri urban) yang mendapat akses terhadap layanan air minum dan sanitasi yang sehat dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat.
Program PAMSIMAS di Propinsi Sumatera Barat mencakup 15 Kabupaten/Kota dari 19 Kabupaten/Kota yang ada di wilayah kerja Provinsi Sumatera Barat selama tahun pelaksanaan 2008-2012.
Perayaan deklarasi SBS, menurutnya, merupakan media yang sangat efektif untuk mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat.
“Ajaklah saudara, masyarakat maupun tetangga desa di sekitar kita untuk ikut menjadikan dan membiasakan diri ber-PHBS dalam kehidupan sehari-hari” ujarnya.
Sesdirjen bersama tim Supervisi Terpadu Kementerian Kesehatan juga meninjau Desa Lumindai yang letaknya di atas bukit. Kedatangan tim di desa tersebut disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, dr. Ambun.
Berdasarkan keterangan dr. Ambun, di desa tersebut, hanya terdapat satu orang bidan. Kemudian, tim meninjau Pos Pembinaan Terpadu Desa Lumindai yang memiliki fasilitas cukup lengkap, walaupun masih menggunakan genset untuk mengoperasikan peralatan tersebut.*