Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Keuskupan LA Rogoh Kocek USD10 Juta Tutup 4 Kasus Pedofilia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Maret 2013 10:59 10:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Maret 2013 10:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Keuskupan Agung Katolik Roma di Los Angeles akan membayar hampir USD10 juta guna menuntaskan 4 tuntutan kasus pedofilia yang telah diakui oleh pendeta pelaku kepada atasannya Kardina Roger Mahony 30 tahun silam. Demikian dikonfirmasi pihak kejaksaan hari Selasa (12/3/2013) lapor Associated Press.

Pencabulan bocah-bocah itu dilakukan oleh pendeta yang kini sudah pensiun, Michael Baker, selama 26 tahun dari 1974 sampai 2000. Dua orang rohaniwan itu rencananya akan mulai disidang bulan depan. Seorang hakim mengatakan, tim pembela korban bisa menuntut ganti rugi kepada terdakwa.

Pemberian ganti rugi itu telah disepakati pekan ini.

Menurut John Manly pengacara pembela korban pencabulan rohaniwan gereja itu, Mahony tidak berbuat banyak guna mencegah Baker melanjutkan aksi bejatnya.

Mahony pensiun sebagai uskup agung Los Angeles pada 2011. Dia dikecam oleh penggantinya Uskup Jose Gomez bulan lalu setelah dokumen rahasia gereja menunjukkan kardinal itu bekerja di belakang layar untuk menutup-nutupi pencabulan para bocah yang dilakukan oleh pendeta-pendeta di gereja dan menutupi skandal gereja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mahony yang saat ini berada di Roma guna mengikuti proses pemilihan Paus mengetahui adanya kesepakatan ganti rugi tersebut, kata pengacara keuskupan, J Michael Hennigan.

Menurut Hennigan, gereja mengakui salah menangani Michael Baker dan oleh karenanya institusi Katolik Roma itu bertanggungjawab atas tindakan bejat Baker.

Baker sendiri tidak dapat dimintai komentarnya, tulis Associated Press.

Dua orang bersaudara yang menjadi korban dan penggugat dalam kasus ini akan mendapatkan kompensasi masing-masing USD4 juta, sedangkan dua korban penggugat lainnya masing-masing akan menerima USD1 juta, kata Manly.

Dokumen rahasia gereja menunjukkan, Baker menemui Mahony pada tahun 1984 dan mengaku mencabuli kedua bocah tersebut selama hampir 7 tahun lamanya.

Mahony kemudian memindahkan Baker ke tempat lain dan mengirimnya untuk menjalani perawatan kejiwaan. Namun, tahun esoknya Baker sudah dikembalikan ke tempatnya bertugas dengan rekomendasi dar,i dokter yang menyatakan jika dia kembali mencabuli anak-anak maka harus segera dipecat.

Tetapi pada kenyataannya, meskipun Baker berulang kali ketahuan mengusik para bocah, pendeta itu tidak disingkirkan dari tempat tugasnya. Baker bahkan ditugaskan berpindah di 9 paroki berbeda hingga tahun 2000.

Baker dinyatakan bersalah mencabuli anak-anak pada tahun 2007 dan dibebaskan dari penjara dengan uang jaminan pada 2011.

Pihak berwenang berkeyakinan Baker mencabuli sedikitnya 20 anak selama 26 tahun karirnya sebagai pendeta Katolik.

Ironisnya, orang yang semestinya dulu punya wewenang menghentikan kebejatan para pendeta –Mahony– justru sekarang sedang berada di Tahta Suci Vatikan ikut mengikuti proses pemilihan Paus yang baru sebagai “wakil Kristus”, kata Manly.

“Menurut saya hal itu sangat, sangat meresahkan,” tegas Manly.

Mahony berulang kali meminta maaf terkait tindakannya dalam menangani kasus-kasus bejat yang melibatkan para pendeta. Kardinal Katolik itu tidak bisa dimintai komentarnya sebab sedang mengikuti konklaf di Vatikan, hari Selasa.

Pada tahun 2007 saja Keuskupan Los Angeles menghadapi lebih dari 500 tutuntan atas pencabulan oleh pendeta Katolik, dengan uang kompensasi menembus rekor USD660 juta.

Baker pernah dituntut tahun 2002 dengan 34 dakwaan pencabulan atas 6 korban. Tetapi dia tidak dapat diproses dipengadilan sebab kasusnya kriminalnya dianggap telah melewati batas waktu alias kadaluarsa menurut hukum pidana.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prajurit Suriah Benarkan Iran dan Hizbullah Berperang Membela Assad
Tulisan selanjutnya Lembaga Fatwa Mesir Dari Masa Ke Masa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?