Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pembajak Kapal Komersial di Dekat Yaman Orang Somalia Bukan Houthi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 November 2023 06:44 6:44 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 November 2023 06:44
Bagikan
Yaman (warna merah)
Bagikan

Hidayatullah.com– Lima pria bersenjata yang ditangkap pasukan Amerika Serikat setelah membajak sebuah kapal komersial dekat Yaman pada akhir pekan kemarin sepertinya orang asal Somalia dan bukan pemberontak Syiah Houthi, kata Pentagon hari Senin (27/11/2023).

Serangan-serangan terhadap kapal-kapal niaga belakangan ini oleh Houthi, dipandang sebagai tanggapan atas invasi pasukan Zionis Israel ke Gaza.

Sementara Pentagon masih mengkaji motif pelaku serangan akhir oekan itu, “kami mengetahui mereka bukan Houthi,” kata sekretaris pers Pentagon Brigjen Pat Ryder kepada awak media seperti dikutip Associated Press.

Sementara aksi pembajakan di kawasan perairan sekitar Yaman menurun, ini “jelas kejadian terkait pembajakan,” imbuh Ryder.

Pemerintahan Yaman yang fiakui internasional yang berbasis di Aden menuding Houthi melakukan serangan terhadap kapal niaga MV Central Park di Teluk Aden pada hari Ahad (26/11/2023).

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Kapal jenis tanker berbendera Liberia itu, yang dikelola oleh Zodiac Maritime, mengirimkan sinyal permintaan tolong SOS dan pasukan AS yang sedang berpatroli di kapal perusak USS Mason, menanggapi pesan darurat tersebut.

Lima pelaku berusaha kabur dengan kapal-kapal kecil mereka, tetapi pasukan AS melepaskan tembakan peringatan yang membuat mereka akhirnya menyerah, kata Ryder. Mereka kemudian di bawa ke atas kapal USS Mason.

Namun, 90 menit lebih sedikit kemudian, dua misil balistik yang ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi jatuh sekitar 10 mil laut (18 kilometer laut) dari USS Mason. Kapal perang AS itu tidak menangkal atau membalas serangan misil itu karena dianggap tidak membahayakan dan rudal tersebut jatuh ke dalam lautan, kata Ryder.

Dia mengatakan, masih belum jelas apakah rudal balistik tersebut sengaja diarahkan ke Mason.

Lebih lanjut Ryder mengatakan terdapat tiga kapal China di sekitar perairan itu pada saat itu tetapi mereka tidak menjawab panggilan darurat dari MV Central Park. 

Pemerintah China belum mengakui apakah memang ada kapal mereka di wilayah tersebut pada saat serangan terjadi. Menurut hukum maritim internasional, kapal mana pun yang berada di sekitar kapal yang mengirimkan pesan darurat wajib meresponsnya, dan apabila mereka tidak dapat menolong maka wajib membantu mencarikan pertolongan dari pihak lain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHouthikapalSomaliayaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pidato Hamid Fahmy Zarkasi Dapat Apresiasi Para Saintis Rusia
Tulisan selanjutnya Pulut Panggang Dkk Penyebab Kasus Diabetes di Perlis Tinggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?