Hidayatullah.com—Mesir tidak akan mengeluarkan izin untuk mobil-mobil baru kecuali bahan bakarnya menggunakan gas alam, demikian diumumkan Presiden Abdul Fattah Al-Sisi.
Negara itu menetapkan target satu juta kendaraan berjalan dengan menggunakan bahan bakar gas alam dalam satu tahun, lapor media setempat seperti dilansir BBC Senin (13/7/2020).
Kebijakan itu dibuat pemerintahan Al-Sisi guna melindungi lingkungan dan pada saat yang sama memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Mesir, serta menghemat biaya bahan bakar hingga 50%.
Daily News Egypt menyebutkan kebijakan tersebut berlaku untuk semua jenis kendaraan yang dipakai sebagai transportasi umum, baik itu bus kecil, taksi, serta kedaraan pribadi.
Mengutip Al-Sisi, DNE menulis bahwa biaya perubahan mobil diesel menjadi kendaraan berbahan bakar gas akan memakan biaya sekitar 8 miliar pound Mesir, sementara mobil baru tidak akan diberikan lisensi apabila tidak diubah menggunakan gas.
Hal tersebut diumumkan Al-Sisi dalam peresmian sejumlah proyek nasional hari Ahad, antara lain proyek Al-Asmarat 3 di Kairo. Proyek Al-Asmarat adalah satu dari tiga proyek perumahan rakyat yang akan menjadi tempat tinggal ribuan orang yang selama ini hidup di perkampungan kumuh. Diperkirakan 100.000 orang akan menempati rumah yang dibangun dalam proyek itu.*