Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menara Miring Bologna Dipasangi Pembatas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Desember 2023 10:10 10:10 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Desember 2023 10:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah menara peninggalan Abad Pertengahan di kota Bologna, Italia, yang sama miringnya dengan temannya yang berada di Pisa, diberi pembatas penutup kalau-kalau bangunan tua itu ambruk.

Pihak berwenang sudah mulai membangun penghalang setinggi 5m di sekitar Menara Garisenda peninggalan abad ke-12 untuk menampung puing-puing jika menara tersebut runtuh.

Menara setinggi 47m itu miring pada sudut empat derajat, dan petugas pemantauan menemukan adanya pergeseran arah kemiringan tersebut.

Dewan Kota mengatakan situasinya “sangat kritis”, lansir BBC Sabtu (1/12/2023).

Menara Garisenda merupakan salah satu dari dua menara yang mendominasi cakrawala Bologna. Temannya, Menara Asinelli, memiliki tinggi dua kali lipat dan juga miring kondisinya, tetapi tidak terlalu dramatis, dan masih dibuka untuk kunjungan umum sehingga turis dapat menaikinya.

Baca Juga

Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan

Menara-menara itu dibangun antara tahun 1109 dan 1119, meskipun ketinggian Garisenda dikurangi pada abad ke-14 karena bangunan sudah mulai condong. Nama Garisenda disebut penyair Dante dalam puisi naratif “Divina Commedia” yang dirampungkan pada 1321.

Lokasi menara itu pertama kali ditutup pada bulan Oktober setelah alat sensor menangkap perubahan pada kemiringan Garisenda dan inspeksi menunjukkan adanya kerusakan pada material yang membentuk bagian dasarnya.

Selain pembatas, jaring logam juga akan dipasang di sekitar menara agar reruntuhan tidak mengenai bangunan lain di sekitarnya.

Pembangunan pembatas akan rampung awal tahun depan, sementara menara dan plaza (ruang lapang terbuka) di bawahnya akan ditutup selama beberapa tahun selama pekerjaan restorasi dilakukan.

Pemerintah kota memperkirakan biaya untuk mendirikan pembatas saja akan mencapai €4,3 juta dan telah meluncurkan upaya penggalangan dana unum untuk membiayai restorasinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AsinelliBolognaGarisendamenara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nawaz Sharif Dibebaskan dari Kasus Korupsi
Tulisan selanjutnya homoseksual Lesbian Gay Inggris Aparat Rusia Gerebek Tempat Mangkal Gay

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan

Palestina Terkini
3 Juli 2026 21:08
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Terbaru

  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

9 Juli 2026 16:05
Berita

Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris

9 Juli 2026 15:31
Berita

Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

9 Juli 2026 13:42
sakit
Berita

Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

9 Juli 2026 13:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?