Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bekas Karyawan Meyakini Mobil Tesla Belum Aman untuk Dipakai di Jalan Umum

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Desember 2023 20:33 8:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Desember 2023 20:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang bekas karyawan Tesla mengatakan kepada BBC bahwa dirinya meyakini teknologi yang dipakai kendaraan swakemudi Tesla tidak cukup aman untuk dipakai di jalan umum.

Lucasz Krupski membocorkan data, termasuk keluhan pelanggan yang mengadukan masalah pada sistem pengereman mobil Tesla dan perangkat lunak swakemudinya, kepada koran Jerman Handelsblatt pada bulan Mei.

Dia mengatakan kekhawatiran yang disampaikannya kepada pihak internal perusahaan tidak mendapatkan perhatian dan diabaikan.

Tesla menolak untuk memberikan komentar ketika diminta menanggapi kabar tersebut, lapor BBC Senin (4/12/2023).

Elon Musk, pimpinan eksekutif Tesla, memuji-muji teknologi swakemudi mobil buatan pabriknya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Tesla sejauh ini memiliki AI terbaik di dunia nyata,” kata Musk dalam sebuah postingan di X pada hari Sabtu.

Namun, dalam wawancara pertamanya demgan media Inggris, Krupski mengatakan kepada redaksi teknologi BBC Zoe Kleinman bahwa dia khawatir tentang teknologi AI (kecerdasan buatan) yang dibenamkan pada mobil Tesla, yang diandalkan untuk memfungsikan swakemudinya.

Menurut Krupski, baik hardware maupun software yang dipakai pada mobil swakemudi Tesla belum siap.

AI dipergunakan pada fitur swakemudi, contohnya, membantu penyetiran dan parkir. Namun, meskipun namanya swakemudi, mobil tersebut masih harus membutuhkan seseorang untuk duduk di kursi sopir dengan tangan memegang setir.

“Itu akan berdampak pada kita semua karena kita esensinya menjadi bahan eksperimen di jalan umum. Jadi, meskipun Anda tidak memiliki sebuah mobil Tesla, anak-anak Anda masih berjalan di trotoar,” kata Krupski, menyinggung bahaya yang bisa terjadi pada siapa saja ketika mobil  Tesla tiba-tiba tak terkendali.

Krupski mengatakan bahkan sejumlah pekerja di Tesla sendiri berbicara kepadanya perihal mobil pabrikan mereka yang tiba-tiba berhenti meskipun tidak ada halangan di depanmya, atau biasa dikenal dengan istilah “phantom braking”. Peristiwa pengereman mendadak yang tidak jelas penyebabnya itu muncul di data keluhan-keluhan pelanggan yang dia dapat.

Krupski mengatakan dia merasa terdorong untuk membagikan apa yang dia temukan kepada otoritas perlindungan data.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat sejak Januari sudah menyelidiki fitur bantuan mengemudi pada mobil Tesla 

Tesla juga menghadapi penyelidikan dan pertanyaan serupa dari berbagai lembaga pemerintah AS termasuk National Highway Traffic Safety Administration perihal fitur swakemudinya.

Koran Jerman Handelsblatt mempublikasikan “Tesla Files” setelah Krupski membagikan 100GB data internal Tesla yang ditemukannya.

Otoritas perlindungan data di Belanda, di mana kantor pusat Tesla wilayah Eropa berada, mengkonfirmasi kepada BBC bahwa pihaknya sudah diberitahu perihal bocoran data tersebut dan sedang menindaklanjutinya.

Krupski mengaku selama enam bulan terakhir dan pengalamannya menjadi whistleblower “sungguh menakutkan”.

“Terkadang saya tidak tidur pada malam hari,” ceritanya kepada BBC.

Namun, tindakannya itu mendapatkan pengakuan dari sejumlah pihak, di antaranya dari panitia Blueprint for Free Speech Whistleblowing Prize.

Jack Stilgoe, seorang associate professor di University College London yang melakukan penelitian seputar kendaraan swakemudi, mengatakan klaim-klaim yang dikemukakan Krupski menyulut kekhawatiran perihal teknologi swakemudi tersebut. Sepertinya teknologi kecerdasan buatan sedang diujicobakan secara langsung dan liar, di tempat terbuka, di tengah-tengah masyarakat.

Di Inggris, pemerintah mengumumkan rencana untuk membuat undang-undang baru Automated Vehicles Bill yang akan menjadi kerangka hukum bagi kendaraan swakemudi dalam acara Pidato Raja awal bulan November.

“Kita harus menunggu untuk melihat ketika RUU ini dikembangkan, apakah RUU tersebut sejalan dengan semua hal baru tentang teknologi ini,” kata Prof Stilgoe.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AIkecerdasan buatanswakemudiTesla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertemuan Dubes Iran dan Ketum PBNU Yahya Yaqut di Jakarta Kepada Ketum PBNU, Dubes Iran: Kami Siap Fasilitasi Pertemuan Ulama Antar Negara
Tulisan selanjutnya Kompak! Serikat Pekerja Denmark Dukung Aksi Mogok Karyawan Tesla Swedia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?