Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dalam Gugatan Bekas Eksekutif Twitter Ungkap Penyebab Dipecat Elon Musk

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Desember 2023 07:38 7:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Desember 2023 07:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang bekas eksekutif Twitter, sekarang X, dalam gugatannya di pengadilan mengungkap bahwa dirinya dipecat karena menolak melakukan pemangkasan anggaran setelah perusahaan itu dibeli oleh Elon Musk.

Bekas eksekutif tersebut mengatakan usulan pemotongan anggaran yang diajukan Musk akan menghalangi Twitter untuk mematuhi syarat dan ketentuan berkaitan dengan penyelesaian kasusnya dengan pemerintah Amerika Serikat terkait praktik keamanan yang diterapkan perusahaan.

Alan Rosa, yang dulu menjabat pimpinan bagian keamanan informasi di Twitter, melayangkan gugatan atas Twitter pada Selasa malam (5/12/2023) di Pengadilan Federal New Jersey, dengan tuduhan pelanggaran kontrak, pemecatan secara salah dan tindakan pembalasan, serta beberapa lainnya. 

X Corp tidak segera menanggapi permintaan komentar, lapor Reuters.

Rosa mengklaim bahwa tahun lalu, setelah Musk membeli perusahaan itu, dirinya disuruh memangkas anggaran departemennya yang diperuntukkan bagi keamanan fisik sebanyak 50% dan mematikan software yang memungkinkan Twitter membagikan informasi kepada berbagai lembaga penegak hukum di seluruh dunia.

Baca Juga

MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

Rosa mengatakan dirinya keberatan karena pemotongan anggaran berarti Twitter melanggar penyelesaian masalah senilai $150 juta pada awal 2022 dengan US Federal Trade Commission (FTC), yang menuduh Twitter menyalahgunakan informasi personal penggunanya. Kesepakatan penyelesaian masalah tersebut mengharuskan Twitter untuk menerapkan kontrol keamanan privasi dan informasi guna melindungi data rahasia yang ada di servernya.

Rosa dipecat beberapa hari setelah mengangkat masalah tersebut ke manajemen Twitter. Sekarang dia mengajukan tuntutan ganti rugi atas pemecatan dirinya yang jumlahnya tidak diungkap, serta ganti biaya legal.

X Corp menghadapi banyak tuntutan hukum oleh mantan karyawan dan eksekutifnya sejak Musk mengakuisisi perusahaan tersebut dan memecat lebih dari separuh tenaga kerjanya sebagai upaya penghematan biaya operasional.

Tuntutan hukum itu mengajukan berbagai klaim antara lain bahwa perusahaan gagal membayar pesangon senilai ratusan juta dolar kepada mantan karyawannya; melakukan diskriminasi terhadap pekerja lanjut usia, perempuan dan pekerja penyandang disabilitas; dan tidak memberikan pemberitahuan terlebih dahulu perihal rencana PHK massal. 

X Corp membantah melakukan kesalahan.

Sementara itu di Swedia pekerja perusahaan Elon Musk yang lain, Tesla, sedang melakukan aksi mogok guna menunut hak-hak karyawan. Mereka mendapatkan dukungan dari serikat pekerja dan karyawan sektor lain termasuk sopir dan pekerja dermaga, serta pekerja di negara tetangga Denmark dan Norwegia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Elon Musktwitter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kongres Amerika Loloskan Resolusi yang Sebut Anti-Zionisme adalah Anti-Semit
Tulisan selanjutnya Pusat Halal Unair Terbitkan 4.563 Sertifikat Halal selama 2023

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Ghazwul Fikr Kajian
26 Juni 2026 11:30
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh

Terbaru

  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

25 Juni 2026 13:06
Berita

Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

25 Juni 2026 11:39
Berita

Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS

24 Juni 2026 16:20
Berita

Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa

23 Juni 2026 22:31
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?