Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Humza Yousaf Bertemu Erdogan, Inggris Ancam Cabut Dukungan untuk Menteri Skotlandia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Desember 2023 06:53 6:53 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Desember 2023 06:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Luar Negeri David Cameron mengancam akan menarik dukungan Kementerian Luar Negeri Inggris bagi para menteri Skotlandia setelah Menteri Pertama Skotlandia Humza Yousaf bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tanpa disertai pejabat Inggris.

Menlu Inggris menulis surat kepada pemerintahan Skotlandia yang saat ini dikuasai Scottish National Party (SNP), mengatakan bahwa tindakan Yousaf yang berdiskusi soal masalah Gaza (Palestina) dengan Erdogan di sela-sela Cop28 Summit di Dubai merupakan pelanggaran protokoler.

Usai pertemuan itu, Cameron menulis surat kepada Angus Robertson, sekretaris SNP untuk urusan eksternal partai, memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil pendekatan lebih keras terhadap pelanggaran itu, lansir The Guardian Ahad (10/12/2023).

Surat tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh BBC, berisi teguran dari Kemenlu Inggris kepada pemerintah Skotlandia (SNP). Dalam surat itu dikatakan bahwa pihak Skotlandia sudah meyakinkan FCDO (Kemenlu Inggris) bahwa mereka akan mendapatkan pemberitahuan di awal yang cukup (tidak mepet) perihal pertemuan dengan Erdoğan, tetapi ternyata hal itu tidak terjadi.

Lebih lanjut dikatakan dalam surat itu bahwa ketidakhadiran pejabat dan staf FCDO dalam pertemuan itu berarti melanggar protokol yang berlaku perihal dukungan bagi para menteri pemerintah yang sedang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Selanjutnya isi surat itu terkesan bernada ancaman. Dikatakan bahwa apabila terjadi lagi pelanggaran protokol dalam pertemuan-pertemuan oleh pejabat kementerian, di mana tidak disertai kehadiran pejabat dan staf FCDO, maka fasilitas dan dukungan logistik dari Kemenlu Inggris bagi pertemuan para menteri Skotlandia selanjutnya akan dicabut. “Kami juga perlu menimbang kehadiran kantor-kantor pemerintahan Skotlandia di pos-pos pemerintah UK,” tegas surat itu.

James Cleverly, bekas menteri luar negeri Inggris, pernah mengeluarkan peringatan serupa ketika Yousaf bertemu dengan PM Islandia pada musim panas lalu tanpa dihadiri oleh pejabat dan staf FCDO.

Seorang jubir pemerintah Inggris mengatakan suara Skotlandia di tingkat dunia perlu disamakan dengan pemerintah pusat Inggris, terutama di masa-masa seperti sekarang ini di mana dunia menghadapi banyak turbulensi.

Menanggapi peringatan dan ancaman dari London, seorang juru bicara dari kantor Menteri Pertama Skotlandia mengatakan bahwa pejabat UK sudah mengetahui dan menerima undangan soal pertemuan Yousaf dengan Erdogan di sela-sela Cop28. Namun, karena sifat pertemuan di acara internasional seperti Cop waktu dan tempat acara bisa berubah di menit terakhir, maka ketika Presiden Erdogan mendesak ingin bertemu, para pejabat dan staf FCDO sedang berada di acara lain.

“Ancaman apapun dari pemerintah Inggris untuk membatasi keterlibatan pemerintah Skotlandia di level internasional adalah tindakan yang salah dan akan bertentangan dengan kepentingan Skotlandia,” imbuh jubir itu.

Sebagai informasi Skotlandia merupakan sebuah wilayah kerajaan yang di masa lalu sudah sepakat menyerahkan sebagian kedaulatannya demi bergabung dalam persekutuan negara bernama United Kingdom (UK, atau biasa disebut di Indonesia sebagai Inggris Raya). Istilah resminya, Skotlandia merupakan salah satu negara konstituen Inggris Raya. Oleh karena sebagian kedaulatannya sudah diserahkan kepada UK, maka untuk beberapa urusan kenegaraan Skotlandia harus mematuhi aturan yang dibuat pemerintah pusat. Skotlandia tidak lagi memiliki rajanya sendiri dan Monarki Britania Raya yang saat ini dipimpin oleh Raja Charles III juga berperan sebagai kepala negara bagi Skotlandia. Kepala pemerintahan Skotlandia dipimpin oleh seorang first minister (menteri pertama), sementara kepala pemerintahan pusat UK di London dipimpin oleh seorang prime minister (perdana menteri). Hubungan pemerintah pusat di London dengan pemerintah di Edinburgh agak kurang mesra sejak Brexit. Skotlandia ingin tetap bergabung dengan Uni Eropa, dan beberapakali mengancam akan membangkang demi bergabung kembali dengan UE.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Humza YousafinggrisRecep Tayyip ErdoganskotlandiaTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Proyek Saudi Berhasil Lumpuhkan 733 Ranjau Houthi dalam Sepekan
Tulisan selanjutnya Warga Rusia yang Dicekal ke Luar Negeri Wajib Serahkan Paspor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?