Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Laporan Denmark Ungkap Adopsi Ilegal Anak Asal Korea Selatan Era 1970-an dan 1980-an

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Januari 2024 14:37 2:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Januari 2024 14:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Laporan Danish Appeals Board dalam laporannya mengungkap praktik ilegal sistematik dalam proses adopsi anak-anak asal Korea Selatan ke Denmark di era 1970-an dan 1980-an.

Laporan yang dirilis hari Kamis (25/1/2024) itu menyebutkan bahwa pelanggaran yang dilakukan memungkinkan dilakukannya perubahan informasi tentang latar belakang si anak dan proses adopsi anak tanpa sepengetahuan orangtua biologisnya.

Danish Appeals Board, yang mengawasi adopsi internasional, mengatakan bahwa ada struktur insentif di mana uang dalam jumlah besar ditransfer antara organisasi-organisasi Denmark dan Korea Selatan dalam proses pengangkatan anak.

Laporan setebal 129 halaman itu disusun oleh sebuah badan di bawah Kementerian Sosial Denmark dengan fokus kasus antara tahun 1970 dan 1989.

Dalam kurun dua dekade itu total tercatat 7.220 adopsi dilakukan dari Korea Selatan ke Denmark.

Baca Juga

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Laporan itu disusun berdasarkan temuan 60 kasus dari tiga firma di Denmark – DanAdopt, AC Boerne Hjaelp dan Terres des Hommes – yang menangani proses adopsi anak dari Korea Selatan. Dua firma pertama kemudian melebur menjadi Danish International Adoption sementara firma ketiga menutup agensinya pada 1999.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa DanAdopt dan AC Boerne Hjaelp mengetahui adanya praktik perubahan informasi perihal latar belakang anak.

Laporan itu disusun setelah sejumlah kasus diangkat ke permukaan oleh organisasi Danish Korean Rights Group. Pada tahun 2022, Peter Møller, pimpinan organisasi itu juga mengajukan dokumen yang dimilikinya ke Truth and Reconciliation Commission di Seoul.

Agensi di Korea Selatan yang mengirim anak-anak ke Denmark untuk diadopsi adalah Holt Children’s Services dan Korea Social Service.

Boonyoung Han dari kelompok aktivis di Denmark mengatakan kepada Associated Press bahwa investigasi independen masih perlu dilakukan, karena penyelidikan semacam itu akan membuka peluang gugatan hukum bagi orang-orang yang terlibat di dalam penyimpangan itu.

Pada akhir 1970-an dan pertengahan 1980-an, agensi-agensi di Korea Selatan secara agresif mencari bayi-bayi baru lahir di rumah sakit atau di panti asuhan untuk diadopsi, tentunya dengan imbalan uang. Mereka kerap berkeliling ke rumah-rumah bersalin di mana ibu-ibu tunggal dibujuk rayu atau bahkan ditekan untuk menyerahkan bayi mereka.

Tidak hanya itu, orang-orang yang bekerja untuk agensi itu bahkan berkeliling ke pabrik-pabrik dan perkampungan miskin untuk mencari keluarga melarat yang dapat dibujuk untuk menyerahkan anak mereka.

Pada tahun 2013, pemerintah Korea Selatan mulai mengharuskan proses adopsi oleh warga asing dilakukan melalui pengadilan keluarga. Kebijakan itu mengakhiri kebebasan yang dinikmati oleh agensi adopsi selama puluhan tahun yang memiliki kebebasan luas menentukan nasib anak yang akan dipindahtangankan.

Awal Januari ini, satu-satunya agensi adopsi anak lintasnegara Denmark, DIA, mengaku “mengurangi” aktivitas adopsi internasional setelah sebuah badan pemerintah menyoroti maraknya kasus pemalsuan dokumen dan asal-usul biologis anak-anak yang diadopsi dari luar negeri. Beberapa tahun terakhir DIA memfasilitasi anak-anak dari Filipina, India, Afrika Selatan, Thailand, Taiwan dan Republik Ceko.

Selama bertahun-tahun orang-orang yang semasa kanak-kanak diadopsi oleh orangtua angkat di Eropa, Amerika Serikat dan Australia meneriakkan beragam masalah pemalsuan dan penipuan dalam proses adopsi, termasuk kasus di mana bayi-bayi dinyatakan terlantar atau yatim dan sebatang kara padahal mereka masih memiliki keluarga di negara asalnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adopsidenmarkKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banjir Mualaf Di Manado
Tulisan selanjutnya Wisata Gunung Fuji Jepang Jumlah Turis Dibatasi dan Harus Bayar Tiket

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?