Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Warga Inggris Dihukum Bui 5 Tahun di China karena Spionase

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Januari 2024 21:13 9:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Januari 2024 10:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang warga Inggris dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun di China atas aktivitas spionase yang dilakukannya pada 2022.

Terdakwa bernama Ian J Stones melakukan kegiatan pengumpulan informasi intelijen secara ilegal untuk kepentingan pihak asing, kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Jubir itu mengatakan bahwa Stones sudah mengajukan banding tetapi hukuman dikukuhkan oleh pengadilan pada September tahun lalu.

Hanya itu yang disampaikan pihak Kementerian Luar Negeri China dalam penjelasan pers hari Jumat (26/1/2024), lapor BBC.

Menurut sebuah artikel Wall Street Journal (WSJ), Stones bekerja di China selama 40 tahun di perusahaan besar asal Amerika Serikat seperti General Motors dan Pfizer, dan diyakini dia saat ini berusia sekitar 70 tahun.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Sekitar 15 tahun silam dia mendirikan sebuah perusahaan konsultasi manajemen investasi di Beijing, tulis WSJ, mengutip catatan korporasi, profil online dan orang-orang yang mengenal Stones.

Jubir Kemenlu China Wang Wenbin mengatakan pengadilan bertindak sesuai peraturan yang berlaku di China dan terdakwa diberikan hak-haknya selama persidangan seperti menerima kunjungan dari pejabat Inggris. Dia juga mengatakan terdakwa menerima uang suap dari pihak asing agar bersedia melakukan spionase untuk mereka.

Anak perempuan Stones kepada WSJ mengatakan bahwa staf Kedutaan Inggris dan seorang anggota keluarga diperbolehkan untuk menyaksikan satu sidang tetapi bukan mengikuti jalannya persidangan. Tidak hanya itu, tidak seorang pun dari mereka diperbolehkan untuk melihat dokumen legal apapun berkaitan dengan kasus tersebut.

Anak perempuan Stones itu juga mengatakan bahwa kondisi ayahnya sehat saat pertama kali ditahan, tetapi kemudian dia tidak memperoleh nutrisi dan perawatan medis selayaknya sehingga mengalami luka parah yang dapat mengancam jiwanya.

Anak perempuan Stones itu mengatakan bahwa staf Kedutaan Inggris diperbolehkan mengunjungi ayahnya setiap empat atau enam pekan sekali untuk melihat kondisinya. Namun, ada masa cukup lama di mana mereka tidak menerima kabar apapun tentang Stones dan kunjungan oleh staf konsuler dilarang.

Awal bulan ini, pihak berwenang China mengatakan bahwa pihaknya sedang menahan seorang individu yang diduga bekerja untuk kepentingan dinas intelijen Inggris MI6.

BBC tidak dapat melakukan verifikasi atas keterangan itu. Pemerintah Inggris memiliki kebijakan yaitu tidak membantah dan juga tidak membenarkan klaim-klaim yang berkaitan dengan isu-isu intelijen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinainggrisspionase
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jokowi Kecam Keras ‘Israel’ Mengabaikan Keberadaan Negara Palestina
Tulisan selanjutnya Ribuan Orang yang Bekerja untuk Gereja Protestan di Jerman Melakukan Kejahatan Seksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?