Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kapalnya Tak Bisa Lewati Laut Merah, ‘Israel’ Beralih ke Jalur Darat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 5 Februari 2024 03:04 3:04 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 Februari 2024 07:00
Bagikan
Kapal Kargo Israel
Bagikan

Hidayatullah.com – Sebuah perusahaan “Israel” menjadi salah satu perusahaan pertama yang membangun rute darat komersial melalui negara-negara Asia Barat – termasuk negara-negara Arab Teluk – untuk “melewati blokade Laut Merah oleh Houthi,” lapor Bloomberg pada 2 Februari.

Trucknet Enterprise Ltd, sebuah perusahaan perangkat lunak “Israel,” mengangkut makanan, plastik, bahan kimia, dan peralatan listrik dari pelabuhan-pelabuhan di Emirat dan Bahrain ke “Israel” dan Eropa melalui Arab Saudi dan Yordania, ungkap menurut Kepala Eksekutif perusahaan tersebut, Hanan Fridman.

Hapag Lloyd AG – sebuah perusahaan pelayaran Jerman bersama dengan perusahaan pelayaran lainnya yang menangguhkan perjalanan Laut Merah karena takut akan Yaman – turut terlibat dalam inisiatif ini dan “ingin menghubungkan Jebel Ali di Dubai dan dua pelabuhan di Saudi timur dengan Jeddah di pantai barat,” ujar Bloomberg, dan menambahkan bahwa “opsi lainnya menghubungkan Jebel Ali dengan Yordania.”

“Rute-rute ini menawarkan solusi langsung untuk pengiriman yang mencoba menghindari zona panas Houthi di sekitar selat Bab al-Mandeb di Laut Merah bagian selatan, di mana serangan rudal dan pesawat tak berawak selama berbulan-bulan telah memaksa banyak kapal komersial mengalihkan ke rute yang lebih panjang di sekitar Afrika.”

Baca juga: Houthi Tembakkan Misil Penjelajah ke Arah Kapal Perang Amerika di Laut Merah

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Juru bicara Hapag Lloyd AG, Nils Haupt, mengatakan bahwa rute darat tersebut bertujuan untuk menjadi solusi sementara untuk kargo dalam jumlah terbatas.

Ia menambahkan bahwa rute ini lambat dan sulit, namun dapat membantu meningkatkan perdagangan melalui pelabuhan-pelabuhan Arab karena aksi solidaritas Palestina Yaman di Laut Merah masih terus berlanjut.

“Jalur darat, meskipun membawa jumlah lalu lintas yang tidak signifikan, akan tetap menjadi solusi khusus untuk pengiriman khusus ke Israel,” kata Chris Rogers dari perusahaan intelijen pasar S&P Global Inc yang berbasis di Amerika Serikat.

Menurut Fridman, uji coba dilakukan pada bulan November, dan pengiriman pertama dikirim melalui rute tersebut pada bulan Desember. Sepuluh truk melintasi rute tersebut pada bulan itu, outlet berita Ibrani Walla melaporkan pada hari Kamis.

Rekaman video yang dirilis oleh Channel 13 “Israel” minggu ini menunjukkan para pengemudi truk Arab disambut masuk ke Israel melalui jembatan King Hussein di perbatasan Yordania-Israel.

Menurut Channel 13, kapal-kapal kargo tiba dan melakukan bongkar muat di UEA. Truk-truk tersebut kemudian membawa barang-barang dari Abu Dhabi, menyeberang ke Arab Saudi melalui jalan raya Rute 62 dan Rute 65 Emirat hingga mencapai Yordania. Begitu tiba di Yordania, mereka memasuki Israel melalui Penyeberangan Sungai Yordan, dan melanjutkan perjalanan ke Haifa.

Angkatan Bersenjata pemerintah Sanaa, Yaman, terus melakukan operasi angkatan laut terhadap kapal-kapal terkait “Israel” atau kapal-kapal yang menuju ke pelabuhan-pelabuhan “Israel”.

Kecuali kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Inggris – yang membombardir Yaman berkali-kali bulan lalu – banyak kapal yang dengan aman melintasi Laut Merah dengan menyiarkan “Tidak ada hubungan dengan Israel” pada sistem identifikasi mereka, menurut pihak berwenang Yaman. Beberapa dari kapal-kapal tersebut adalah kapal-kapal Saudi.

“Negara-negara Dewan Kerjasama Teluk mungkin ragu-ragu untuk mempromosikan rute ini karena Houthi belum mengancam aset maritim UEA atau Saudi,” ujar para analis S&P seperti dikutip.*

Baca juga: Houthi Yaman Hujani Kapal Perang AS dengan Rudal

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiBlokade LautHouthiisraelKonflik Palestina-IsraelUni Emirat Arabyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 15 Pantai Terbaik di Dunia, Salah Satunya di Indonesia
Tulisan selanjutnya Penculikan di Nigeria Mengganas Pemimpin Tradisional Dibunuh Istrinya Diculik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?