Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Setelah 8 Bulan Dikurung Polisi India Lepaskan Burung Merpati Tersangka Spionase China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Februari 2024 20:24 8:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Februari 2024 20:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Polisi India membebaskan seekor burung merpati tersangka mata-mata China setelah dikurung selama delapan bulan dan melepaskannya ke alam liar.

Masalah menimpa burung nahas itu sejak bulan Mei 2023 ketika ditangkap di dekat sebuah pelabuhan di Mumbai karena pada kakinya melekat dua gelang berserta tulisan beraksara China.

Polisi yang mencurigai burung itu terlibat spionase untuk kepentiingan China kemudian membawanya ke rumah sakit hewan di Mumbai, Bai Sakarbai Dinshaw Petit Hospital for Animals.

Setelah menjalani pemeriksaan, rupanya burung itu merupakan merpati balap asal Taiwan yang kabur dan terbang hingga sampai ke India. Dengan izin dari kepolisian, burung tersebut dipindahkan ke Bombay Society for the Prevention of Cruelty to Animals, di mana dia dilepasliarkan oleh para dokter yang merawatnya pada hari Selasa 31 Januari, lapor Associated Press.

Ini bukan pertama kalinya polisi India mencurigai burung terlibat spionase.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Pada 2020, polisi India di wilayah Kashmir melepaskan seekor merpati milik seorang nelayan Pakistan setelah penyelidikan mendapati bahwa burung itu, yang terbang melintasi perbatasan kedua negara berpenjagaan militer super ketat, bukanlah seekor mata-mata.

Pada 2016, seekor merpati lain dijebloskan ke dalam tahanan setelah didapati membawa tulisan berisi pesan ancaman terhadap PM India Narendra Modi, lapor AP (1/2/2024).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Indiamerpatispionase
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Temukan 25 Ribu Artefak dari Masa Awal Islam
Tulisan selanjutnya Pendeta Nigeria Menipu Jemaatnya Miliaran Naira

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?