Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Istimewanya Yahudi Ultra-Ortodoks Dikecualikan dari Wajib Militer Israel

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Maret 2024 21:46 9:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Maret 2024 21:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sementara warga Israel diseru ikut berperang di Gaza, kegeraman atas komunitas Yahudi ultra-Ortodoks yang dikecualikan dari wajib militer semakin terdengar.

“Begini ini kalau Anda warga Israel kebanyakan. Seluruh masyarakat harus melakukan apa yang menjadi bagiannya,” kata Oren Shvill, menyinggung komunitas Yahudi ultra-Ortodoks perihal wajib militer. Dia satu dari ratusan warga Israel yang ikut aksi protes wajib militer belum lama ini di Yerusalem.

Insinyur berusia 52 tahun itu, yang tinggal di wilayah Palestina di Tepi Barat yang diduduki Zionis, termasuk di antara 340.000 anggota pasukan cadangan yang dipanggil untuk berperang di Gaza, lansir AFP Sabtu (2/3/2024).

Kemarahan publik ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu — yang sejak lama dianggap sebagai pelindung komunitas Yahudi ultra-Ortodoks – serta koalisi pemerintahannya yang terdiri dari dua partai besar ultra-Ortodoks, Shas dan United Torah Judaism.

Tahun lalu, pemerintahan PM Netanyahu memberikan hibah lebih dari $1 miliar untuk sekolah-sekolah agama Yahudi yang disebut yeshiva. Jumlah sebesar itu belum pernah diberikan sebelumnya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mengetahui hal itu, para pemuda Israel meneriakkan kata-kata seperti “gerombolan pemalas” dan “parasit” kepada orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks yang mereka temui di jalan. Para pria Yahudi ultra-Ortodoks mudah diidentifikasi dengan ciri khas mereka seperti jenghotbpanjang, jaket tradisional dan topi bulu hitam.

Tidak diam saja, kaum Ortodoks itu membalas dengan tarian dan nyanyian berbunyi “lebih baik mati daripada jadi tentara!”.

Sejak pendirian negara Zionis Israel pada 1948, pria Yahudi yang belajar Torah purnawaktu di sekolah-sekolah agama setiap tahun diberi kebebasan dari wajib militer sampai usia mereka mencapai 26 tahun, yang pada akhirnya mereka akan dikecualikan atau tidak perlu lagi mengikuti wajib militer.

Namun, masalahnya komunitas Yahudi ultra-Ortodoks bertambah banyak karena mereka beranak-pinak seperti kelinci, dengan fertilitas rata-rata lebih dari enam anak per wanita. Bandingkan dengan fertilitas nasional rata-rata 2,5.

Tahun lalu saja, sebanyak 66.000 anggota komunitas Yahudi ultra-Ortodoks dikecualikan dari wajib militer.

Menyusul serangan tiba-tiba Hamas pada Oktober tahun lalu, IDF berjanji akan menambah jumlah personel.

IDF, yang mengaku kehilangan 242 prajurit di Gaza sejak pasukan Zionis melancarkan serangan darat pada 27 Oktober 2023, juga bermaksud memperpanjang durasi wajib militer dari 32 menjadi 36 bulan bagi kaum lelaki.

Pada hari Rabu (28/2/2024), Menteri Pertahanan Yoav Gallant membuat kehebohan dengan menyeru agar pengecualian panjang dari wajib militer yang dinikmati sebagian warga Israel diakhiri.

“Kita semua harus menanggung beban,” ujarnya.

Keesokan harinya, PM Netanyahu mengatakan dia akan berupaya membuat kesepakatan dengan ultra-Ortodoks untuk masuk ketentaraan atau menjadi aparatur sipil.

Namun, pada saat yang sama Netanyahu mewanti-wanti risikonya apabila dilakukan sekarang maka pemerintahan akan bubar, memicu digelarnya pemilu.

Komunitas tertutup Yahudi ultra-Ortodoks, yang anggotanya kebanyakan hanya berinteraksi dan menikah dengan sesama mereka, mengatakan nilai-nilai relijius dan tradisinya akan tercemar apabila mereka bergaul dengan masyarakat kebanyakan dan masuk dinas ketentaraan.

Tidak hanya itu, menjadi tentara artinya mereka akan bergaul dengan lawan jenis, yang kata pelajar yeshiva berusia 23 tahun bernama Shmuel “dilarang oleh Torah”.

Yehuda Chen, seorang Yahudi ultra-Ortodoks penduduk Yerusalem, mengatakan mereka akan menentang kewajiban masuk militer “dengan segala daya upaya”.

“Mengeluarkan anak lelaki dari yeshiva tidak mungkin dilakukan, itu sama saja seperti mengeluarkan ikan dari air. Dalam semenit dia akan mati,” kata Chen.

Menurut Tomer Persico, menurut peneliti bidang keagamaan di Shalom Hartman Institute di Yerusalem, komunitas Yahudi ultra-Ortodoks belakangan ini sudah semakin berbaur dengan masyarakat Israel pada umumnya.

Sekitar 20-30 persen dari mereka kurun 30 tahun terakhir bekerja di berbagai perusahaan atau menjadi aparatur sipil atau terlibat aktivitas sosial.

Setiap tahun, sekitar 1.000 Yahudi ultra-Ortodoks mendaftarkan diri menjadi tentara, meskipun risikonya merekanakan dikucilkan oleh komunitasnya.

Sejak serangan Hamas 7 Oktober, banyak juga Yahudi ultra-Ortodoks yang menjadi tentara.

Namun, menurut seorang pensiunan perwira tinggi tentara, IDF juga tidak terlalu terburu-buru memasukkan orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks.

“Mereka bukan petempur yang baik. Dan kami, apalagi di tengah peperangan seperti sekarang ini, tidak memiliki waktu untuk melatih mereka. Perlu waktu berbulan-bulan untuk melatih orang yang tidak memiliki pendidikan selain agama,” katanya kepada AFP dengan syarat identitasnya tidak disebutkan.

Betzalel Cohen, seorang rabi Yahudi ultra-Ortodoks agak moderat di Yerusalem, mengatakan pasti ada ruang untuk kompromi antara komunitasnya dengan pemerintah tentang masalah ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelYahudi ultra-Ortodoks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nunggak Tagihan $1,8 Juta Listrik Parlemen Ghana Diputus Saat Rapat
Tulisan selanjutnya Palestine Cola Saingi Coca-Cola, Muslim Swedia Produksi ‘Palestine Cola’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?