Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Malas Nikah dan Punya Anak, Penduduk Korsel Diprediksi akan Punah

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Maret 2024 14:25 2:25 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Maret 2024 14:45
Bagikan
Angka Kelahiran Terendah di Dunia, Korsel Bentuk Kementerian Baru untuk Atasi Krisis Populasi
Penduduk Korea Selatan makin menua
Bagikan

Hidayatullah.com—Populasi Korea Selatan (Korsel) berisiko punah pada tahun 2750 karena tren penurunan tingkat kelahiran, menurut sebuah penelitian yang dilaporkan surat kabar Daily Star.

Menurut The Times, tahun ini, seorang wanita Korea Selatan rata-rata memiliki 0,72 anak dalam hidupnya.

Sementara tahun lalu, Korea Selatan mencatat penurunan 19.000 bayi dibandingkan tahun 2022, atau setara dengan penurunan tingkat kelahiran sebesar 7,7 persen.

Ini adalah angka terendah yang pernah tercatat sejak rekor angka kelahiran dimulai 54 tahun yang lalu. Pada saat yang sama, meskipun jumlah kematian juga menurun sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun 2022, itu masih belum cukup untuk mengimbangi populasi.

Angka kematian juga lebih tinggi dari angka kelahiran di Korea Selatan selama empat tahun berturut-turut. Jika tren itu tidak berubah, orang terakhir Korea Selatan diperkirakan akan meninggal pada tahun 2750.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Situasi ini telah membuat negara itu putus asa untuk meningkatkan kelahiran bayi, sementara wanita harus memiliki tingkat seumur hidup rata-rata 2,1 bayi. Ini tiga kali lipat dari level saat ini.

Para ahli sebelumnya memproyeksikan bahwa bahkan dengan tingkat kelahiran 1,19 yang hampir dua kali lipat dari tingkat saat ini, negara itu akan melihat penurunan populasi 12 juta orang selama 32 tahun.

Malas Menikah dan Punya Anak

Jumlah penduduk Korea Selatan menyusut untuk pertama kalinya pada tahun 2021, dan diperkirakan akan terus menurun , dari saat ini 52 juta menjadi 38 juta, pada tahun 2070.

Pemerintah daerah sudah menerapkan program untuk mendorong masyarakat memiliki anak. Mereka diberikan bantuan tunai, bantuan perawatan kesuburan, dukungan biaya pengobatan, dan pinjaman.

Namun menurut Jung Chang-lyul, seorang profesor kesejahteraan sosial di Universitas Dankook, mengatakan insentif tunai bahkan ‘sama sekali tidak berguna’.

‘Meskipun masalah angka kelahiran yang rendah mungkin tampak penting di permukaan, masalah sebenarnya adalah tidak ada seorang pun yang mengambil tanggung jawab,’ kata Jung, mengacu pada tingginya biaya membesarkan anak dan harga real estate – tidak terkecuali di Seoul, dimana rata-rata harga apartemen di telah meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

‘Dalam masyarakat di mana anak-anak mulai menerima pendidikan swasta sejak usia dua atau tiga tahun, dan prestasi atau gaji mereka ditentukan oleh kekayaan orang tua mereka dan biaya pendidikan mereka. Mereka yang tidak mampu secara finansial berpikir bahwa melahirkan seorang anak seperti melakukan dosa,’ katanya.

Choi Jung-hee, seorang pekerja kantoran yang baru menikah, tidak memiliki rencana untuk memiliki anak.

‘Hidup saya dan suami saya adalah yang utama,’ katanya. ‘Kami menginginkan kehidupan yang menyenangkan bersama, dan meskipun orang mengatakan memiliki anak dapat memberi kami kebahagiaan, itu juga berarti harus banyak menyerah,’ kata dia.

Gaya hidup berubah

Ada banyak alasan mengapa wanita Korea Selatan menolak untuk memiliki anak, di antaranya biaya pendidikan dan pengasuhan anak yang jauh lebih mahal dari sebelumnya.

Tahun 2021, jumlah pernikahan mencapai angka terendah sepanjang masa, yakni 193.000, di negara yang separuh penduduknya kini percaya bahwa pernikahan bukanlah suatu keharusan.

Beberapa orang, khususnya perempuan, justru memprioritaskan kebebasan pribadi dan dengan sengaja mengabaikan pernikahan alias memilih jomblo.

Kekhawatiran semakin meningkat mengenai tekanan terhadap perekonomian dan sistem pensiun, yang mungkin akan habis dalam beberapa dekade mendatang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineKorea SelatanMalas menikahpenduduk Korselpopulasi korea selatanpunya anak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Delegasi DPR Desak OKI Bertindak Hentikan Kekejaman ‘Israel’  
Tulisan selanjutnya Kekerasan Marak, Tebuireng Ajak Pondok Pesantren dan Orang Tua Introspeksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?