Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tidak Ada Makanan Berbuka, Ramadhan di Gaza Tanpa Kegembiraan

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Maret 2024 10:36 10:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 Maret 2024 10:34
Bagikan
Keluarga Palestina berbuka di rumahnya yang hancur di Deir el-Balah - Gaza tengah (AFP)
Bagikan

Di tengah serangan Israel, warga Gaza hanya berbekal saos dan mentimun untuk berbuka puasa, 2.000 staf medis dilaporkan tak memiliki bekal makanan

Hidayatullah.com | BULAN Ramadhan dimulai di Gaza di tengah serangan dan genosida pasukan penjajah ‘Israel’. Sementara warga Palestina masih dilanda krisis kemanusiaan sangat parah.

Hari pertama Ramadhan bagi warga Palestina menyaksikan mereka terus dilanda kelaparan, penyakit, dan kedinginan, selain menghadapi ancaman serangan bom yang tiada henti dari tentara ‘Israel’.

Palestinians breaking their fast on the first day of Ramadan amidst the ruins of their home, which was destroyed by an Israeli airstrike in Gaza. pic.twitter.com/U7rexa1jZk

— Quds News Network (@QudsNen) March 12, 2024

Sementara umat Islam di negara lain merayakan bulan suci ini dan berpuasa di siang hari dengan lebih tenang, berbeda dengan di Gaza, ketika penduduknya menghadapi perang dan ada kebutuhan untuk menemukan anggota keluarga yang terkubur di bawah reruntuhan bangunan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengutip kementerian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, mengatakan 25 orang meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Hanya Berbekal Mentimun

Seorang warga yang kini tinggal di tenda bernama Zaki Abu Mansour, 63, mengaku hanya menyantap tomat dan timun sebagai lauk berbuka puasa.

“Kami tidak tahu mau makan apa untuk berbuka puasa. Saya hanya punya satu tomat dan satu timun. Saya tidak punya uang untuk membeli apa pun. Semua barang yang ada dijual dengan harga terlalu tinggi,” ujarnya dikutip AFP.

Suasana menyambut bulan suci Ramadhan di pasar kota Nablus (utara Tepi Barat) kali ini juga dilaporkan sangat suram, ujar seorang warga, Abdul Latif Al-Kharaz.

Berbicara kepada Kantor Berita Palestina, WAFA, Al-Kharaz mengatakan Ramadhan tahun ini benar-benar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai pedagang asongan di kota tua Nablus selama bertahun-tahun ini mengatakan, bulan Ramadhan di kota ini biasanya dirayakan dengan penuh suka cita dan istimewa, kecuali pada tahun ini akibat serbuan ‘Israel’ ke Gaza yang tiada henti sejak 7 Oktober lalu.

“Biasanya sehari menjelang Ramadhan, pasar-pasar di kota ini ramai pengunjung dan membutuhkan waktu lama untuk membeli barang karena terbatasnya pergerakan akibat kepadatan,” ujarnya.

Di kota Rafah di mana 1,5 juta orang mencari perlindungan, makanan, yang biasanya berlimpah, kini digantikan oleh ‘makanan kaleng dan kacang-kacangan’, kata pengungsi Palestina Mohammad al-Masry setelah pindah dari Khan Younis.

“Kami tidak merasakan nikmatnya Ramadhan. Orang-orang duduk di tenda dalam cuaca dingin,” katanya dikutip AFP.

Mohammed Harara dari Palestina berdiri di tepi Gaza sedang menunggu datangnya kapal bantuan. “Saya sudah menunggu sejak pagi karena besok (kemarin) adalah awal Ramadhan dan situasi di sini tragis,” ujarnya.

Menurut Open Arms, kapal bantuan kemanusiaan sedang membawa 200 ton pasokan makanan akan diturunkan oleh mitranya, badan amal World Central Kitchen di pantai Gaza.

Staf Medis Tanpa Makanan Berbuka

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan ada 2.000 staf medis di rumah sakit Jalur Gaza utara tidak memiliki makanan untuk berbuka puasa.

“Para petugas medis sangat terpapar kelaparan. Ini yang melanda Jalur Gaza utara,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudra, Selasa (12/3/2024).

Dia menyerukan agar organisasi-organisasi bantuan internasional untuk segera bergerak. Guna menyediakan makanan bagi staf medis.

Warga Palestina di Gaza menjalani hari pertama Ramadan di bawah pemboman ‘Israel’ yang terus berlanjut di Jalur Gaza. Ini menjadikannya bulan terberat bagi mereka karena harus mengungsi dan kekurangan makanan, dan air.

Penjajah ‘Israel’ telah melancarkan agresi militer mematikan di Jalur Gaza. Agresi menyebabkan lebih dari 31.100 warga Palestina syahid.

Di mana sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza, dan lebih dari 72.700 lainnya terluka. Akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agresi Israelbuka puasagazaHeadlinementimunRamadhan 2024saosstaf medis bekal makanan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya seleksi imam masjid uea Pejabat Saudi Ungkap Sejumlah Modus Pencurian Listrik dari Masjid
Tulisan selanjutnya KPAI Minta Aparat Bersikap Tegas pada Produsen Penyedia Petasan  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?