Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ditolak Rakyat Haiti Tak Didukung AS dan Negara Tetangga PM Ariel Henry Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Maret 2024 15:17 3:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Maret 2024 15:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perdana Menteri Haiti Ariel Henry setuju untuk mengundurkan diri memyusul tekanan selama berminggu-minggu dan semakin merajalelanya aksi kekerasan di negara itu.

Keputusan pengunduran dibuat setelah para pemimpin regional bertemu di Jamaika hari Senin (11/3/2024) untuk mendiskusikan transisi politik di Haiti.

Dalam sebuah rekaman video berisi pengumuman pengunduran dirinya, Henry mendesak rakyat Haiti untuk tetap tenang.

“Pemerintahan yang saya pimpin akan mengundurkan diri segera setelah pembentukan sebuah dewan [transisi],” kata Henry, seperti dilansir BBC.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Haiti atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Saya meminta semua rakyat Haiti supaya tetap tenang dan melakukan apa saja yang mereka bisa untuk menjaga perdamaian dan stabilitas pulih kembali secepat mungkin.”

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Henry, yang memimpin negara itu secara interim sejak Juli 2021 menyusul pembunuhan Presiden Jovenel Moïse, berapa kali menunda pelaksanaan pemilu dengan alasan keamanan harus dipulihkan terlebih dahulu.

Banyak rakyat Haiti mempertanyakan dirinya seberapa lama dia akan memimpin negeri itu tanpa ada pemilihan umum.

Geng-geng bersenjata lengkap menguasai jalan-jalan di ibu kota Port-au-Prince beberapa hari terakhir, menuntut pengunduran diri Henry.

Port-au-Prince dan daerah sekitarnya saat ini dalam status darurat selama satu bulan semenjak jam malam diperpanjang.

Di tengah kekacauan negaranya, Henry berangkat ke Kenya untuk menandatangani kesepakatan pengerahan pasukan keamanan internasional guna membantu mengatasi aksi kekerasan yang marak.

Pesawat yang membawa Henry pulang dilarang mendarat menyusul serangan geng bersenjata tas bandara internasional Haiti, dia akhirnya terdampar di Puerto Rico.

Caricom, kelompok negara-negara di kawasan Karibia menilai Henry lebih baik mengundurkan diri terlebih dahulu sebelum dewan pemerintahan transisi dibentuk.

Pemerintah Amerika Serikat awalnya berkeinginan Henry kembali ke Haiti untuk mengawasi pembentukan dewan pemerintahan transisi, tetapi aksi kekerasan yang meluas dengan cepat mengubah sikap Washington.

Tanpa ada dukungan Amerika Serikat dan negara-negara tetangga tidak ada pilihan lain bagi Henry kecuali untuk mengundurkan diri.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa Henry sejak hari Jumat sudah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri tetapi dia masih menunggu waktu sebelum mengeluarkan pengumuman resmi.

Menurut pejabat AS yang menghadiri perundingan di Kingston hari Senin, Henry sudah menyatakan ingin kembali ke Haiti, tetapi situasinya harus membaik terlebih dahulu sebelum dia bisa pulang.

Berbicara menyusul pertemuan di Kingston ketua Caricom, Presiden Guyana Irfaan Ali, mengatakan, “Kami menerima pengunduran dirinya dalam rangka pembentukan sebuah dewan kepresidenan dan menunjuk seorang perdana menteri interim.”

President Ali dewan kepresidenan transisi itu akan memiliki dua pengawas dan tujuh anggota pemilik hak suara, termasuk beberapa perwakilan dari sejumlah koalisi, sektor swasta dan kalangan masyarakat sipil, serta seorang tokoh keagamaan.

Dewan itu diberi mandat untuk segera menunjuk perdana menteri interim. Dewan itu diharapkan akan segera dapat memggelar pemilu umum di Haiti, yang sejak 2016 tidak menggelar pemilihan pemimpin sama sekali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ariel HenryHaitiJovenel Moise
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPAI Minta Aparat Bersikap Tegas pada Produsen Penyedia Petasan  
Tulisan selanjutnya Google Pecat Insinyur yang Tolak Bangun Teknologi Mendukung Genosida Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?