Hidayatullah.com– Presiden Nigeria Bola Tinubu akan memberlakukan selama tiga bulan larangan bepergian ke luar negeri bagi para pejabat pemerintahan dengan biaya uang negara.
Kepala staf kepresidenan mengatakan langkah itu diambil karena presiden prihatin dengan tingginya biaya perjalanan para pejabat.
Larangan tersebut akan berlaku mulai 1 April, lansir BBC Kamis (21/3/2024).
Sebagian kalangan mengkritik Presiden Tinubu dan jajaran karena dinilai terlalu sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Sejak pelantikannya pada Mei 2023, Presiden Tinubu sendiri sudah melakukan perjalanan ke luar negeri lebih dari 15 kali.
Tinubu dikabarkan menghabiskan sedikitnya 3,4 miliar naira ($2,2 juta) untuk perjalanan domestik dan ke luar negeri selama enam bulan pertama masa jabatannya, atau 36% lebih dari anggaran untuk tahun 2023, menurut laporan koran Nigeria Punch pada bulan Januari mengutip GovSpend, platform pelacak pembelanjaan pemerintah.
November tahun lalu, pemerintahan Tinubu mensponsori keberangkatan lebih dari 400 orang ke Dubai dengan alasan untuk menghadiri konferensi iklim COP28.
Negara di bagian barat Afrika itu saat ini sedang mengalami salah satu krisis biaya hidup paling parah kurun beberapa dekade.
Ketika larangan mulai berlaku pada 1 April, pejabat pemerintah hanya akan dapat melakukan perjalanan ke luar negeri apabila “dianggap benar-benar perlu”. Mereka juga harus mendapatkan persetujuan dari Presiden Tinubu setidaknya dua pekan sebelum pergi.
Presiden Tinubu sendiri tidak mengatakan apakah dia juga akan mengurangi lawatan ke luar negeri.*