Hidayatullah.com-Anggota Komisi III DPR RI Asrul Sani mengapresiasi Aksi Bela Al-Quran yang berlangsung di Jakarta, pada Jum’at (04/11/2016) kemarin
“Unjuk rasa kemarin sungguh luar biasa. Bukan saja karena jumlah elemen-eleman ummat Islam, tapi di atas semua itu, elemen-elemen ummat ini secara umum telah menunjukkan ajaran Islam yang ‘Salama’ penuh kedamaian,” kata Asrul kepada hidayatullah.com, lewat pesan singkat pada Sabtu (05/11/2016) pagi.
Seperti diketahui, hampir setengah juta lebih massa gabungan berbagai elemen masyarakat maupun Ormas Islam, pada Jum’at (04/11/27 16) siang kemarin menggelar Aksi Bela Qur’an. Aksi didahului dengan salat Jum’at berjamaah di masjid Istiqlal Jakarta, dilanjutkan long march menuju Istana Presiden di jalan Merdeka Barat.
Pantau hidayatullah.com di lokasi, selain di masjid Istiqlal, sebagaian peserta aksi juga tampak mengisi di beberapa titik sebelum waktu salat Jum’at tiba, seperti di kawasan patung kuda, dan di sekitar depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), yang merupakan rute long march menuju Istana Presiden.
Menurut Asrul, insiden kerusuhan yang terjadi dalam Aksi Bela Qur’an ini bukan dilakukan oleh elemen-elemen umat Islam tapi para provokator yang menyusup.
“Ini bisa dilihat dari foto-foto pakaian dan tampang mereka yang melempar atau merusak. Tampaknya memang ada upaya mendiskreditkan peserta unras kemarin. Namun, saya kira para provokator gagal mencapai tujuan mendiskreditkan itu,” tutupnya.*