Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PBB Memperingatkan Air akan Menjadi Sumber Konflik di Afrika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Maret 2024 21:47 9:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Maret 2024 10:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kelangkaan air akan menjadikan negara-negara di Afrika terlibat dalam konflik satu sama lain. Demikian Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan.

Dilansir BBC Jumat (22/3/2024), World Water Development Report terbaru menyebutkan bahwa 19 dari 22 negara Afrika yang dikaji mengalami kelangkaan air tawar.

“Kelangkaan air ini dapat meningkatkan risiko konflik,” kata laporan itu yang dipublikasikan oleh UNESCO.

Pertikaian antara Mesir, Ethiopia dan Sudan terkait bendungan raksasa di aliran Sungai Nil menjadi contoh dari konflik yang disebabkan oleh pasokan air tawar.

Kebanyakan negara di kawasan Sub-Sahara Afrika saat ini mengalami kekurangan air, kata kepala penyunting laporan tersebut Richard Connor kepada BBC.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Konflik itu tidak hanya ditandai dengan kurangnya ketersediaan sumber air, tetapi juga minimnya infrastruktur yang memadai, serta buruknya manajemen dan ketidakcukupan sumber daya dan insentif ekonomi.

“Pertambahan populasi, urbanisasi yang berlangsung cepat, pembangunan ekonomi, serta perubahan gaya hidup dan pola konsumsi meningkatkan permintaan air di seluruh kawasan Sub-Sahara Afrika,” kata laporan itu.

Kelangkaan air tawar tidak hanya terjadi di Afrika tetapi juga di banyak bagian dunia lain, kata laporan itu.

Perubahan iklim, menurut laporan tersebut, menambah frekuensi dan tingkat keparahan kekeringan.

Di dalam laporan tahun 2022 yang disusun oleh UN Convention to Combat Desertification dikatakan bahwa kekeringan berdampak lebih parah di Afrika dibandingkan benua lain. Lebih dari 300 kejadian kekeringan kurun 100 tahun terjadi di Afrika, atau mencakup 44% kekeringan global.

Dua pertiga sumber air tawar di Afrika melintasi batas wilayah negara, sehingga semakin meningkatkan risiko konflik.

Sayangnya, kerja sama antarnegara masih kurang, tegas laporan terbaru PBB itu 

“Dari 106 aquifer lintas-perbatasan yang terpetakan di Afrika, yang sudah dituangkan dalam kesepakatan kerja sama secara formal hanya tujuh,” kata laporan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrikaair
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Limburg Keberatan Pengurangan Mahasiswa Asing di Perguruan Tinggi Belanda
Tulisan selanjutnya Penculik Lepaskan 280 Pelajar Kuriga Nigeria

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?