Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gantikan Pekerja Palestina, Gelombang Pertama Tenaga Kerja India Menuju Israel

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 4 April 2024 01:33 1:33 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 4 April 2024 07:00
Bagikan
israel india
Bagikan

Hidayatullah.com – Gelombang pertama tenaga kerja India telah berangkat ke Israel setelah entitas Zionis melarang para pekerja Palestina untuk bekerja di sana, lapor sejumlah media India.

Kelompok pertama yang terdiri dari 64 pekerja kontruksi dari Haryana utara dan Uttar Pradesh sedang dalam perjalanan menuju Israel, The Hindu melaporkan.

Duta Besar Israel untuk India, Naor Gilon, juga mengkonfirmasi perkembangan tersebut, dengan mengunggah foto-foto pelepasan kelompok pertama di ibukota New Delhi.

“Hari ini kami mengadakan acara perpisahan dari angkatan pertama dari 60+ pekerja konstruksi India yang pergi ke Israel di bawah perjanjian G2G. Ini adalah hasil dari kerja keras banyak pihak, termasuk @NSDCINDIA [Perusahaan Pengembangan Keterampilan Nasional India]. Saya yakin bahwa para pekerja ini akan menjadi ‘duta besar’ dari hubungan P2P [people to people] yang luar biasa,” kata Gilon di X.

Today we had a farewell event from the first batch of 60+ Indian construction workers going to Israel under the G2G agreement.
This is an outcome of hard work of many, including @NSDCINDIA.
I’m sure that the workers become ‘ambassadors’ of the great P2P relations between 🇮🇳🇮🇱. pic.twitter.com/S94OQz4BTG

— Naor Gilon (@NaorGilon) April 2, 2024

Desember lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta mitranya dari India, Narendra Modi, untuk mengirimkan 10.000 pekerja konstruksi karena negaranya menghadapi kekurangan tenaga kerja setelah Tel Aviv melarang ribuan orang Palestina untuk bekerja di negaranya, menurut laporan tersebut.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mengikuti permintaan Netanyahu, India meluncurkan upaya perekrutan besar-besaran di Haryana dan Uttar Pradesh untuk mencari orang-orang yang dapat bekerja di Israel.

New Delhi diperkirakan akan mengirimkan pekerja yang tersisa dalam beberapa minggu mendatang. Namun, keselamatan para pekerja India menjadi isu utama, kata laporan itu.

Pihak berwenang India mengatakan bahwa lebih dari 1.500 pekerja akan dikirim ke Israel bulan ini, meskipun ada tentangan dari Pusat Serikat Pekerja India, yang telah mendesak pemerintah untuk tidak mengirim pekerja India ke sana.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinaPekerja India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyelenggara Miss Universe Bantah Arab Saudi Ikut Kompetisi 2024
Tulisan selanjutnya Xiaomi Mulai Kirim 100.000 Mobil Listrik Pesanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?